Warga memadati Jl. R.M. Said yang mendadak menjadi kawasan jualan pedagang kaki lima (PKL), Manahan, Solo, Minggu (14/9/2014). Sejumlah PKL Sunday Market mengaku terpaksa menggelar dagangan ditempat tersebut karena tidak diperbolehkan berjualan di kawasan Stadion Manahan. Tidak diadakannya Sunday Market selama bulan September tersebut terkait perhelatan The 38th CISM World Military Parachutting Championship 2014. (Ardhiansyah IK/JIBI/Solopos) Warga memadati Jl. R.M. Said yang mendadak menjadi kawasan jualan pedagang kaki lima (PKL), Manahan, Solo, Minggu (14/9/2014). Sejumlah PKL Sunday Market mengaku terpaksa menggelar dagangan ditempat tersebut karena tidak diperbolehkan berjualan di kawasan Stadion Manahan. Tidak diadakannya Sunday Market selama bulan September tersebut terkait perhelatan The 38th CISM World Military Parachutting Championship 2014. (Ardhiansyah IK/JIBI/Solopos)
Rabu, 27 April 2016 21:15 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Solo Share :

PKL SOLO
Wawali: Relokasi PKL Sunday Market Tetap Dilakukan, Jika...

PKL Solo, Pemkot memastikan relokasi PKL Sunday Market Manahan tetap dilakukan.

Solopos.com, SOLO–Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memastikan relokasi pedagang kaki lima (PKL) Sunday Market Manahan tetap akan dilakukan meskipun pedagang menolak. Relokasi PKL Sunday Market Manahan mendesak diperlukan untuk mengembalikan fungsi stadion sebagai tempat olahraga.

Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, mengaku mendapatkan banyak Short Message Service (SMS) dari PKL Sunday Market Manahan menolak direlokasi. Alasan mereka menolak direlokasi karena sudah merasa nyaman berjualan di Stadion Manahan, takut kehilangan pelanggan hingga khawatir jika direlokasi justru tidak laku.

“Kami dapat memahami kekhawatiran PKL Sunday Market Manahan menolak direlokasi. Namun, pemkot ingin mengembalikan fungsi stadion sebagai tempat olahraga sehingga harus merelokasi PKL,” ujar Purnomo saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Rabu (27/4/2016).

Purnomo mengatakan mengembalikan fungsi Stadion Manahan sebagai tempat olahraga bukan murni usulan dari pemkot semata tetapi juga warga. Warga yang biasa berolahraga di stadion merasa tergganggu dengan maraknya PKL berjualan di Sunday Market Manahan.

“Kami harus bisa mengakomodir warga yang berjualan dan olahraga di Stadion Manahan. Agar mereka berdua itu tidak merasa dirugikan pemkot harus berhati-hati dalam membuat keputusan soal tempat relokasi,” kata dia.

Ia meminta kepada pedagang untuk tetap tenang karena relokasi tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Hal itu dilakukan karena pemkot sampai sejauh ini belum mendapatkan tempat yang layak untuk merelokasi PKL Sunday Market Manahan.

Purnomo mengakui alternatif lokasi yang layak sementara ini baru alun-alun kidul (Alkid). Namun, tidak mudah menggunakan lokasi Alkid sebagai tempat relokasi karena Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pastinya tidak begitu saja mau meminjamkan tempat untuk PKL Sunday Market .

“Kalau kami menempati di Alkid sudah pasti akan kehilangan potensi PAD [Pendapatan Asli Daerah] retribusi pedagang dan parkir. Keraton akan mengambil alih dua retribusi itu sebagai konsekuensi menempati Alkid,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Solo, Subagiyo, mengatakan penolakan pedagang di Sunday Market untuk direlokasi merupakan hal wajar karena mereka sudah lama berjualan disana. DPP, kata dia, menyerahkan sepenuhnya kebijakan relokasi PKL Sunday Market kepada Wali Kota.

“Tugas kami hanya melakukan pendataan dan pemkot siap memberikan solusi terbaik soal relokasi PKL Sunday Market,” kata dia.

LOWONGAN PEKERJAAN
Editor Biologi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…