Ilustrasi komoditas perdagangan cabai rawit. (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi cabai rawit. (JIBI/Solopos/Dok.)
Rabu, 27 April 2016 07:40 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

PERTANIAN
Ngemplak Dijadikan Sentra Produksi Tanaman Cabai

Kecamatan Ngemplak disiapkan menjadi sentra produksi tanaman cabai.

 

 
Solopos.com, SLEMAN- Selain padi, tanaman cabai menjadi salah satu produk unggulan pertanian di Sleman. Kecamatan Ngemplak disiapkan menjadi sentra produksi tanaman cabai.
Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (DPPK) Sleman Widi Sutikno mengatakan, berdasarkan struktur perekonomian daerah, sektor pertanian memberikan kontribusi sebesar 12,6% dalam produk domestik regional bruto (PDRB) atas harga berlaku 2015. Bahkan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada 2015 dicapai sektor pertanian sebesar 8,26%. Pencapaian tersebut didukung fakta di mana sekitar 23,56% penduduk Sleman bergerak di sektor pertanian.
“Ke depan, kami menetapkan pembangunan sektor pertanian menjadi prioritas pembangunan. Ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian ekonomi dan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi lokal,” kata Widi saat tanam bibit cabai di Dusun Wonolelo, Widodomartani, Ngemplak, Selasa (26/4/2016).
Selain padi, katanya, tanaman cabai menjadi salah satu tanaman yang diunggulkan di Sleman. Alasannya, selain menjadi salah satu bahan pangan yang dibutuhkan masyarakat harga tanaman cabai terus meningkat dari tahun ke tahun. “Tanaman cabai sangat diminati konsumen tidak hanya di kalangan masyarakat namun juga di industri pengolahan pangan. Tentu ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan,” kata Widi.
Dalam kesempatan tersebut, Widi bersama Kelompok Tani Taruna Bumi Desa Widodomartani melakukan penanaman cabai jenis Baskara. Total luas area pertanian yang akan ditanami cabai di wilayah Ngemplak 40 hektare. “Setiap satu hektare ditanami 18.000 batang tanaman cabai. Dengan konsep seperti ini para petani nanti diharapkan mampu memanen sebanyak tujuh ton per hektar. Ngemplak bisa menjadi sentra produksi cabai di Sleman”, ungkap Widi.
Selain melakukan penanaman cabai, kelompok tani dusun Wonolelo juga mendapat bantuan satu unit traktor. Widi berharap, bantuan tersebut mampu meningkatkan produktifitas petani dan meningkatkan hasil komoditi pertanian di wilayah tersebut.
Kepala Desa Widodomartani Heruyono mengatakan, wilayah Ngemplak diklaim cocok untuk pengembangan tanaman cabai. Jika tidak menghadapi masalah teknis seperti gangguan cuaca dan hama, petani diyanini mampu menghasilkan cabai yang berkualitas. “Kami yakin jika semua berjalan dengan baik, Widodomartani akan mampu menjadi sentra penghasil cabai terbesar di Sleman. Petani kami harapkan mampu memperoleh hasil produksi yang maksimal dari tanaman cabai ini,” harapnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…