Ilustrasi (Dok/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 27 April 2016 01:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

PENYERAPAN ANGGARAN MAGETAN
Triwulan I 2016, APBD Magetan Baru Terserap 8,21%

Penyerapan anggaran Magetan masih minim padahal sudah memasuki triwulan kedua 2016.

Solopos.com, MAGETAN – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mencatat penyerapan APBD setempat pada triwulan pertama tahun 2016 oleh SKPD masih minim.

Berdasarkan data BPKAD Magetan, serapan APBD pada Januari hingga Maret 2016 baru mencapai 8,21 persen atau sebesar Rp152,663 miliar dari kekuatan APBD Kabupaten Magetan sebesar Rp1,857 triliun.

“Secara umum, penyerapan APBD Magetan pada triwulan pertama tahun ini mencapai 8,21 persen dari Rp1,857 triliun atau baru terserap Rp152 miliar,” ujar Kepala BPKAD Kabupaten Magetan, Subandi, kepada wartawan, di Magetan, Selasa.

Dia menerangkan penyerapan anggaran pada triwulan pertama didominasi oleh belanja tidak langsung di antaranya pembayaran gaji pegawai negeri sipil yang mencapai Rp142,84 miliar. Sementara, untuk belanja langsung sebesar Rp10,548 miliar.

“Dominasi belanja tidak langsung disebabkan sejumlah pengerjaan proyek fisik di Magetan yang belum dimulai. Hal itu karena saat ini masih proses lelang,” ucap Subandi.

Beberapa proyek fisik yang belum dikerjakan tahun ini, di antaranya proyek perbaikan Stadion Yosonegoro Magetan, proyek jalan kembar (twin road), dan beberapa proyek lainnya.

Untuk itu, ia meminta para SKPD maksimal dalam menjalankan programnya yang telah diatur dalam APBD. Hal itu agar serapan anggaran di tahun 2016 bisa lebih baik.

Di sisi lain untuk sektor pendapatan, secara keseluruhan pada triwulan pertama tahun 2016 telah mencapai Rp168,9 miliar dari target yang ditetapkan sebanyak Rp1,7 triliun.

Jumlah pendapatan disumbang sejumah sektor, di antaranya pajak bumi dan bangunan, pajak hotel, pajak restoran, retribusi, parkir, pajak reklame, dan pendapatan asli daerah lainnya.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu terakhir ini beredar…