Ilustrasi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). (JIBI/Solopos/Antara/Andika Betha) Ilustrasi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). (JIBI/Solopos/Antara/Andika Betha)
Rabu, 27 April 2016 15:15 WIB Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos Pendidikan Share :

LULUSAN SMK
Permintaan Tenaga Kerja Dari SMKN 9 Solo Terus Meningkat

Lulusan SMK, SMKN 9 Solo kebanjiran permintaan tenaga kerja dunia usaha dan industri.

Solopos.com, SOLO–SMK Negeri (SMKN) 9 Solo mulai kebanjiran permintaan tenaga kerja dari dunia usaha dunia industri (DUDI), meskipun hasil Ujian Nasional (UN) 2016 dan kelulusan siswa belum diumumkan. Permintaan tersebut datang dari berbagai perusahaan besar mulai dari yang berlokasi di Solo dan sekitarnya, hingga sejumlah kota besar di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi (Jabodetabek), dan sekitarnya.

Hal itu diakui Wakil Kepala Bidang Humas SMKN 9 Solo, Sugeng, ketika ditemui wartawan di sela-sela acara Pelepasan Siswa Kelas XII SMKN 9 Solo di Gedung Graha Saba Solo, Rabu (27/4/2016).

Tercatat, sudah ada 8 siswa yang saat ini sudah diterima bekerja di PT GS Electech Indonesia. Dalam waktu dekat akan menyusul 38 siswa lagi yang akan berangkat ke Cibitung karena sudah diterima bekerja di PT Hogy Indonesia. “Rencananya 38 siswa tersebut berangkat setelah pengumuman UN,” ujar Sugeng. Selain itu, dijadwalkan Kamis (28/4/2016) ini akan dilangsungkan perekrutan tenaga kerja oleh PT SMU di SMKN 9.

Sugeng mengungkapkan pihak sekolah berupaya memenuhi permintaan tenaga kerja dari DUDI. Namun saat ini memang baru diprioritaskan pada permintaan dari sejumlah perusahaan besar di kota-kota besar terlebih dulu, baru kemudian perusahaan-perusahaan di kawasan Soloraya dan sekitarnya.

“Selain pertimbangan minat siswa, juga melihat peluang bagi mereka dalam mengembangkan karier dan juga penghasilan yang bisa mereka peroleh,” terangnya.

Dia menambahkan permintaan tenaga kerja dari perusahaan dalam Kota Solo dan sekitarnya di antaranya dari perusahaan yang bergerak di bidang tekstil, tata busana, dan desain grafis.

“Untuk permintaan tenaga kerja di jewelery, juga ada untuk lulusan program kriya logam dan kriya kayu, bahkan permintaan lebih besar daripada jumlah lulusan,” imbuhnya.

Namun dia juga mengakui tidak semua permintaan tersebut dapat dipenuhi. Mengingat juga harus mempertimbangkan minat lulusan.

“Sebab di antara lulusan, ada juga yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi,” terangnya.

Ketua Panitia Pelepasan Siswa Kelas XII SMKN 9 Solo, Budi Sutrisno, menyebutkan, sebanyak 395 siswa tersebut terdiri atas 201 siswa putra dan 194 siswa putri. Acara tersebut disemarakkan dengan berbagai penampilan para siswa Kelas XII, antara lain paduan suara oleh Suara 9, stand up comedy, screening film hasil karya siswa, tari-tarian, dan grup band siswa.

“Para penampil adalah siswa-siswi Kelas XII. Selain itu ada penyerahan penghargaan kepada peraih rangking pertama dan kedua dari setiap kelompok program keahlian, yakni seni budaya dan IT (teknologi jnformasi). Perangkingan tersebut diambil dari nilai Ujian Sekolah (US),” kata Budi.

Sementara itu, Kepala SMKN 9 Solo, Bangkit Budiarto, berharap para lulusan SMKN 9 Solo senantiasa meraih kesuksesan di masa yang akan datang.

lowongan pekerjaan
PT. BPR Bina Langgeng Mulia, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….