Pemain Persiharjo Unsa ASMI, Alif Andreas (kanan), menggiring bola dengan dibayang-bayangi pemain Persiku Kudus dalam laga pembuka Grup B Liga Nusantara (Linus) Jateng 2016 di Stadion Gelora Merdeka, Sukoharjo, Minggu (24/4) sore. (Espos/Hanifah Kusumastuti)
Rabu, 27 April 2016 08:30 WIB Farida Trisnaningtyas/JIBI/Solopos Indonesia Share :

LIGA NUSANTARA 2016
Stadion Dipakai Konser Musik, Persiharjo Batal ke Pati

Liga Nusantara 2016 diwarnai dengan ditundanya laga Persipa melawan Persiharjo.

Solopos.com, SUKOHARJO — Persiharjo Unsa Asmi Sukoharjo batal melawat ke Pati untuk melawan Persipa Pati dalam lanjutan kompetisi Liga Nusantara (Linus) Jawa Tengah 2016 Grup B di Stadion Joyokusumo, Rabu (27/4/2016) sore.

Partai tandang pertama ini urung digelar lantaran panpel tuan rumah tak mendapat izin penyelenggaraan pertandingan dari pihak kepolisian. Hal ini karena Stadion Joyokusumo digunakan sebagai venue untuk konser musik.

“Kami batalkan keberangkatan ke Pati sambil menanti pemberitahuan lebih lanjut. Asprov [Asosiasi Provinsi] PSSI Jawa Tengah memberitahu lewat email partai ini ditunda,” papar Manajer Persiharjo Unsa Asmi, Rio Arya Surendra, kepada wartawan, Selasa (26/4/2016).

Rio memaparkan pihak Persipa sebelumnya sudah melayangkan surat kepada Asprov terkait penundaan pertandingan tersebut. Surat bernomor 15/Persipa/IV/2016 yang dikirim Ketua Umum Persipa, Budiyono kepada Ketua Asprov PSSI Jateng, Johar Ling Eng, membeberkan terkait penundaan laga. Selain itu, pertandingan itu tak dapat digelar karena di saat bersamaan halaman Stadion Joyokusumo digunakan untuk konser musik Iwan Fals.

Meskipun ditunda, manajemen Persiharjo Unsa Asmi mengambil sisi positif dari kejadian ini. Artinya, tim besutan Tithan Wulung Suryata ini jadi punya waktu lebih untuk mempersiapkan diri setelah melakoni laga perdana kontra Persiku Kudus di Stadion Gelora Merdeka Sukoharjo, Minggu (24/4/2016) lalu.

Sementara itu, pelatih Persiharjo Unsa Asmi, Tithan, siap memaksimalkan penundaan laga tersebut untuk membenahi tim. Terutama memperbaiki berbagai kelemahan tim yang jadi pekerjaan rumah saat tampil perdana lalu. Antara lain, kerja sama tim dan penyelesaian akhir yang wajib ditingkatkan. Hal ini tak lepas dari hasil kurang menyenangkan setelah dikalahkan Persiku, 0-1.

“Kami memiliki banyak catatan setelah pertandingan lawan Persiku lalu. Komunikasi antarpemain juga jadi fokus. Setelah laga perdana kami mencoba memperbaikinya dan perkembangannya cukup positif,” jelas Tithan.

LOWONGAN PEKERJAAN
QUALITY CONTROL & ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…