Hukuman menulis emoji (Shanghaiist.com) Hukuman menulis emoji (Shanghaiist.com)
Rabu, 27 April 2016 00:10 WIB JIBI/Solopos/Newswire Internasional Share :

KISAH UNIK
Terlambat, Mahasiswa di Tiongkok Dihukum Bikin 1.000 Emoji

Kisah unik siswa di Tiongkok dihukum menulis 1000 emoji saat datang terlambat.

Solopos.com, CHENGDU – Beragam hukuman diberlakukan oleh sekolah untuk memberikan efek jera pada siswa yang terlambat. Seorang profesor dari Universitas Sains dan Teknologi Elektronik di Kota Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan yang terletak di sebelah barat daya Tiongkok punya cara unik. Mahasiswa yang terlambat diberi hukuman menulis 1.000 emoji pada selembar kertas.

Ribuan karakter gambar atau emoticon yang ditulis mahasiswa tersebut menjadi viral di Internet. Terlihat ribuan karakter unik dan membingungkan dibuat dua mahasiswa Jurusan Teknologi Elektronik Provinsi Sichuan.

Melihat kemalangan para mahasiswa yang mendapat hukuman, tak sedikit netizen yang menertawakannya. Namun, hukuman yang terbilang tak biasa dilakukan oleh seorang dosen tersebut menuai banyak perdebatan.

Akun Facebook CCTV News China sebagaimana dilansir Liputan6.com, Selasa (26/4/2016) menyebutkan beberapa netizen mengatakan itu adalah cara yang menarik dan kreatif untuk memaksa siswa lebih disiplin. Sementara yang lain menyebutkan hukuman konyol, sia-sia, dan hanya membuang waktu.

“Ketika pertama kali saya melihatnya, saya tidak akan pernah mau terlambat masuk kelas lagi,” kata salah satu pengguna mikroblogging Weibo.

“Ini terdengar seperti metode hukuman yang menarik sekaligus menyegarkan,” kata Luying Yang, seorang guru pada situs Weibo yang dilansir dari BBC.com.

 

lowongan pekerjaan
EDITOR MATEMATIKA (Fulltime), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….