Ilustrasi vaksinasi malaria (Telegraph) Ilustrasi vaksinasi malaria (Telegraph)
Rabu, 27 April 2016 02:10 WIB Tutut Indrawati/JIBI/Solopos Internasional Share :

KASUS MALARIA
Malaria Rengut 2.900 Nyawa di Angola

Kasus malaria di Angola merenggu ribuan nyawa.

Solopos.com, LUANDA – Wabah malaria menelan 2.915 korban jiwa di Angola pada kuartal pertama tahun ini. Jumlah kematian akibat penyakit itu diperkirakan bakal meningkat dibanding tahun lalu.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) sepanjang  2015 tercatat sekitar 8.000 kematian akibat malaria, sementara setahun sebelumnya penyakit itu merenggut 5.500 nyawa.

“Wabah malaria baru ini telah menghancurkan seluruh negeri bahkan di provinsi yang memiliki prevalensi endemik rendah,  kami melihat penyebaran dan lonjakan kasus,” kata perwakilan WHO di Angola, Hernando Agudelo Ospina, Senin (25/4/2016).

Ia mengatakan sampah-sampah di Luanda yang tidak dikumpulkan karena pemotongan anggaran pemerintah dan hujan yang melanda menyumbang tingginya kasus malaria dan demam kuning (yellow fever) yang penularannya lewat gigitan nyamuk.

Selain itu kasus diare juga melonjak. Demam kuning menewaskan 258 orang sejak Desember tahun lalu dengan 1.975 dugaan kasus terkait penyakit itu. Sementara program vaksinasi demam kuning yang dimulai sejak Februari telah menjangkau 7 juta warga. WHO mengingatkan epidemi dapat menimbulkan ancaman global.

Tertekannya harga minyak dunia memukul keuangan negara eksportir minyak mentah terbesar kedua di Afrika tersebut. Pemangkasan anggaran pun dilakukan.

lowongan pekerjaan
PT. SARANA SURAKARTA VENTURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) “…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Peringkat dan Mutu Perguruan Tinggi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/9/2017). Esai ini karya Johan Bhimo Sukoco, dosen Ilmu Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi, Solo. Alamat e-mail penulis adalah johanbhimo@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO — Kementerian Riset Teknologi dan…