Petugas Kantor Pos Besar Solo menyiapkan pengiriman paket ke berbagai daerah di kawasan Soloraya, Rabu (19/11/2014). Saat ini, ongkos kirim paket melalui Kantor Pos masih tetap seperti semula meskipun harga bahan bakar minyak (BBM) dinaikan oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kenaikan harga BBM tersebut tentu saka akan berpengaruh kepada biaya transportasi dan pengiriman paket. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos) Ilustrasi pengiriman paket. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Rabu, 27 April 2016 12:00 WIB Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos Ekonomi Share :

JASA PENGIRIMAN BARANG
Pengiriman Produk Tekstil & Garmen Meningkat 50%

Jasa pengiriman barang didominasi tekstiol dan garmen.

Solopos.com, SOLO — Permintaan paket tekstil dan garmen pada sejumlah penyedia jasa pengiriman barang di Solo meningkat sekitar 50%. Tingginya permintaan terjadi karena banyaknya pedagang yang menyetok tekstil dan garmen menjelang Ramadan.

Penanggung Jawab PT Herona Express, Pratiwi Adi Setyorini, mengatakan peningkatan permintaan mulai terjadi selama sebulan terakhir. Beberapa daerah yang menjadi lokasi tujuan favorit di antaranya Surabaya dan Malang.

“Volume pengiriman garmen meningkat 50 persen sejak sebulan ini dan paling laris relasinya ke arah timur, padahal biasanya ke Jakarta,” jelasnya saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (25/4/2016).

Pengiriman biasanya dilakukan dua kali dalam sepekan dengan volume bisa mencapai 2 ton sekali pengiriman.
Menurutnya, tingginya permintaan pengiriman barang terjadi karena bayak pembeli yang menyetok kain dan pakaian menjelang Ramadan.

“Mayoritas penerima barang biasanya adalah pembeli yang memesan langsung ke produsen. Peningkatan ini mungkin karena menjelang bulan puasa, jadi banyak pedagang yang menyetok kain dan pakaian,” paparnya.

Sedangkan, permintaan pengiriman sepeda motor saat ini sedang mengalami penurunan. Hal ini karena musim liburan belum tiba dan banyak masyarakat yang masih menunggu program pemerintah yang menggratiskan pengiriman sepeda motor melalui jalur darat.

Sementara, permintaan pengiriman barang di Kantor Pos Gladak Solo didominasi oleh pedagang online. Mereka mengirimkan berbagai macam produk, seperti fashion, kosmetik dan lainnya. Kepala Cabang Kantor Pos Gladak Solo, Achmad Fuad Khamali, mengatakan distribusi barang dari pedagang online bahkan mencapai 40%.

Untuk meningkatkan pelayanan, Kantor Pos Gladak Solo menambah jam operasional hingga pukul 22.00 WIB mulai Senin (11/4/2016). Sebelumnya, mereka hanya buka hingga pukul 19.00 WIB. Penambahan dilakukan untuk melayani pelanggan yang banyak berdatangan pada sore hingga malam hari.

“Pelanggan sekarang banyak yang datang pada sore hari setelah bekerja. Bahkan, menjelang magrib semakin ramai. Rencananya kami buka hingga pukul 22.00 WIB mulai pekan depan, sehingga mereka tidak terburu-buru karena keramaiannya jam segitu,” paparnya.

Penambahan jam pelayanan itu juga sebagai pemanasan menghadapi peak season yang biasa terjadi saat Lebaran. Penambahan itu akan dievaluasi secara rutin untuk mengetahui respons masyarakat menyambut program tersebut.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
DICARI TEKNISI TV KABEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sentilan Realitas di Bak Truk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (22/11/2017). Esai ini karya Shela Kusumaningtyas, penulis dan alumnus Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro Semarang. Alamat e-mail penulis adalah kusuma.cel@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Masyarakat di sepanjang jalur pantai utara Jawa umumnya terbiasa menyaksikan lalu…