Sejumlah truk dan alat berat melakukan pengerukan tanah di kawasan Tapak Pabrik Semen PT. Semen Gresik, Desa Kadiwono, Gunem, Rembang, Selasa (20/5/2014), dengan diawasi polisi . Pembangunan pabrik semen dan area tambang PT. Semen Gresik yang ditargetkan rampung pada tahun 2016 itu ditentang sebagian warga. (JIBI/Solopos/Antara/ Andreas Fitri Atmoko) Ilustrasi aktivitas pembangunan pabrik Semen Indonesia di Rembang. (JIBI/Solopos/Antara/ Andreas Fitri Atmoko)
Rabu, 27 April 2016 21:10 WIB Insetyonoto/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

INVESTASI JATENG
12 Pabrik Semen Bakal Dibangun

Investasi Jateng, rencana sebanyak 12 pabrik semen akan dibangun.

Solopos.com, SEMARANG – Sebanyak 12 investor berencana mendirikan pabrik semen di wilayah Jawa Tengah (Jateng), dengan total nilai investasi mencapi Rp54 triliun.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Jateng, Dwi Teguh Paryono, mengatakan 12 investor itu akan membangun 12 pabrik semen yang tersebar di beberapa daerah, antara lain yakni Pati, Grobogan, Blora, Rembang, Wonogiri, Boyolali, Gombong dan Kebumen.

“Saat ini [pembangunan pabrik semen] masih dalam proses penyusunan analisa mengenai dampak lingkungan [Amdal],” kata Teguh kepada wartawan, Rabu (27/4/2016).

Teguh mengungkapkan tujuan para investor untuk membangun pabrik semen di Jateng karena dianggap memiliki material bahan baku yang berkualitas. Bahkan, menurut Teguh, selama ini material bahan baku semen dari Jateng banyak yang diambil oleh pabrik semen dari luar Jateng, sehingga merugikan masyarakat karena tidak mendapatkan manfaat.

“Kami merasa heran bila ada sebagian masyarakat yang menolak rencana pembangunan pabrik semen di Jateng,” tandasnya.

Teguh menilai pembangunan pabrik semen akan membawa multi efek yang besar bagi perekenomian masyarakat sekitar dan Jateng pada umumnya.

“Masyarakat jangan negatif dulu terhadap pembangunan pabrik semen, karena masih bisa diantisipasi melalui Amdal,” ujarnya.

Mengenai nilai invetasi pembangunan satu pabrik semen, Teguh mengungkapkan rata-rata mencapai Rp4,5 triliun.

“Jadi kalau 12 pabrik semen tinggal dikalikan Rp4,5 triliun [Rp54 trilun]. Jateng welcome pabrik semen, tetapi tetap sesuai koridor ketentuan yang ada,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa, Christian Kartawijaya, mengatakan akan membangun pabrik semen di Pati dengan teknologi ramah lingkungan. Pembangunan pabrik semen yang menelan investasi Rp7 triliun dan menyerap sebanyak 1.650 tenaga kerja direncanakan mulai dibangun pada 2017.

“Indocement menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang berhasil menyelesaikan proyek mekanisme pembangunan bersih berupa proyek bahan bakar serta bahan baku alternatif untuk mengurangi emisi karbon,” papar Christian.

Dia menambahkan telah menerapkan nilai ambang batas debu sebesar 60 mg per meter kubik untuk seluruh komplek pabrik semen. Nilai ambang batas ini lebih rendah dibandingkan standar yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup sebesar 80 mg per meter kubik.

“Pabrik semen yang akan dibangun di Pati juga tidak akan menyebabkan sumber air menjadi kering, karena kami tidak pernah menambang yang ada mata airnya,” ungkapnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…