Warga dan polisi mendatangi rumah tempat penyimpanan alat pertanian di Mojomati, Kecamatan Jetis, Ponorogo, yang digunakan Slamet untuk gantung diri, Rabu (27/4/2016). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Rabu, 27 April 2016 19:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

BUNUH DIRI PONOROGO
Usai Bertengkar dengan Istri, Pria Ponorogo Gantung Diri

Bunuh diri Ponorogo, seorang lansia di Ponorogo diduga gantung diri setelah bertengkar dengan istrinya.

Solopos.com, PONOROGO — Warga Desa Mojomati, Kecamatan Jetis, Ponorogo, geger lantaran seorang warga setempat ditemukan gantung diri di rumah tempat penyimpanan alat persawahan milik warga desa setempat, Rabu (27/4/2016) sekitar pukul 05.30 WIB.

Pria lanjut usia (lansia) itu bernama Slamet, 60, petani warga Dukuh Mojomati 1 RT 001/RW 001 Desa Mojomati, Kecamatan Jetis, Ponorogo.

Mayat Slamet itu kali pertama ditemukan Suryani, 48. Saat itu, Suryani berangkat ke sawah untuk menyemprot tanaman padi miliknya.

Ketika melewati bangunan rumah yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan alat pertanian di tengah areal persawahan, dia melihat orang tergantung di kayu rumah itu. Selanjutnya, Suryani memanggil beberapa temannya untuk melihat di rumah itu.

“Setelah kami mendekat ternyata memang ada orang yang gantung diri di tempat itu. Saat kami lihat, nyawa orang itu sudah tidak ada,” kata dia kepada polisi.

Atas penemuan orang gantung diri itu, dia langsung menghubungi Kades Mojomati dan selanjutnya dihubungkan polisi dari Polsek Jetis.

Menurut anak korban, Santoso, Slamet pada Selasa (26/4/2016) sekitar pukul 20.00 WIB sempat bertengkar dengan Suharti, istri Slamet. Pertengkaran itu terjadi lantaran korban yang dicurigai memiliki wanita simpanan. Selanjutnya, korban pada pukul 23.00 WIB keluar dari rumah.

“Awalnya ibu menduga korban memiliki wanita simpanan dan itu juga diketahui anggota keluarga. Setelah itu pergi dan saat ditemukan sudah meninggal dunia dengan gantung diri,” jelas Santoso kepada polisi.

Kasubaghumas Polres Ponorogo, Harijadi, menyampaikan setelah mendapatkan laporan mengenai ditemukannya orang gantung diri, polisi langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan identifikasi.

Setelah dilakukan olah TKP dan autopsi oleh tim medis dari Puskesmas Jetis, korban dinyatakan murni bunuh diri dengan cara gantung diri.

“Kami tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan. Setelah itu, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” kata dia kepada Madiunpos.com, Rabu.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…