Aktivitas pedagang berjualan pakaian di kios Pasar Klewer Timur, Solo, Senin (11/4/2016). (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)
Rabu, 27 April 2016 10:35 WIB Asiska Riviyastuti/JIBI/Solopos Ekonomi Share :

BISNIS FASHION
Jelang Puasa, Pedagang Klewer Bersiap Hadapi Kenaikan Permintaan

Bisnis fashion di Klewer dipastikan meningkat menjelang Bulan Puasa.

Solopos.com, SOLO — Sejumlah pedagang mulai bersiap menghadapi permintaan menjelang Ramadan. Hal ini mengingat biasanya menjelang Lebaran permintaan masyarakat sangat tinggi.

Pemilik Toko Pakaian Trendy, Doni Andianto, mengatakan pemesanan sudah mulai ada peningkatan meski belum signifikan. Namun kebanyakan permintaan ini berasal dari pelanggan yang berada di Soloraya. Menurut dia, permintaan dari luar Jawa biasanya baru mulai banyak pada bulan puasa.

“Pasokan saat ini sudah ditambah sekitar 50% dari biasanya, sebagai antisipasi kenaikan permintaan menjelang Lebaran. Pasokan ini akan terus ditambah. Biasanya menjelang Lebaran, penambahan pasokan bisa mencapai dua kali lipat dari biasanya karena tidak hanya pelanggan lama yang beli, tapi pelanggan baru atau orang yang pulang kampung juga berburu,” kata dia saat ditemui wartawan di kiosnya, Selasa (26/4/2016).

Dia menyampaikan kulak baju ini biasanya dilakukan dari Pekalongan, Bandung, dan Jakarta. Dia mengaku menambah banyak stok barang karena biasanya saat Lebaran yang paling banyak dicari adalah pakaian jadi. Meski begitu, dia mengatakan tidak ingin memanfaatkan momen dengan menaikkan harga jual.

Deni dari Kios Ria Batik mengungkapkan biasanya penjualan mulai rame pada sebulan menjelang Lebaran. Menurut dia, kenaikan permintaan saat ini belum terlalu signifikan, bahkan cenderung stabil. Meski begitu, dia mengaku sudah menambah pasokan sekitar 15% yang dilakukan sejak awal April.

Humas Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK), Kusbani, menyampaikan biasanya satu bulan hingga dua bulan sebelumnya sudah mulai banyak pemesanan. Namun saat ini cenderung masih sepi dan penjualan stabil. Meski begitu, penambahan pasokan terus dilakukan sebagai upaya antisipasi lonjakan permintaan.

“Masing-masing toko penambahan beda, tapi kalau seperti sarung dan baju koko memang sudah banyak yang menambah stok karena biasanya paling banyak dicari. Kalau [permintaan] dari luar Jawa mulai ada tapi belum banyak. Harapan bulan depan permintaan meningkat signifikan,” ujar Kusbani.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.NSC FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…