Ilustrasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (JIBI/Bisnis/Dok.) Ilustrasi Anggaran Pendapatan dan Belanja (JIBI/Bisnis/Dok.)
Rabu, 27 April 2016 17:40 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Solo Share :

APBD SOLO
Serapan Anggaran Pemkot Solo Triwulan I/2016 Baru 28,04%

APBD Solo, serapan anggaran Pemkot Solo masih minim pada triwulan I/2016

Solopos.com, SOLO–Serapan anggaran APBD 2016 Pemerintah Kota (Pemkot) Solo pada triwulan pertama baru terserap 28,04 miliar atau Rp502,5 miliar dari total anggaran keseluruhan Rp1,7 triliun

Kepala Bidang (Kabid) Perbendaharaan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Solo, Suyamto, mengatakan serapan anggaran senilai Rp502,5 miliar itu tercatat di DPPKA per Selasa (26/4/2016). Serapan anggaran itu tersebut hanya tersebar dibeberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah. Sementara masih banyak SKPD yang serapan anggarannya masih jauh dari harapan.

“Anggaran APBD 2016 senilai Rp1,7 triliun itu paling banyak ada di Disdikpora [Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga] dan DPU [Dinas Pekerjaan Umum],” ujar Suyamto saat ditemui wartawan seusai rapat koordinasi SKPD penggunaan anggaran triwulan pertama di Balai Tawangarum, Rabu (27/4/2016).

Suyamto menilai serapan anggaran yang baru 28,04% bukan berarti indikator kinerja SKPD jelek atau lambat. Persoalan rendahnya serapan anggaran di triwulan pertama ini lebih disebabkan karena SKPD sebagai pengguna anggaran masih banyak merealisasikan program atau kegiatan pada triwulan kedua dan ketiga.

“Kami memperingatkan SKPD di triwulan pertama yang serapan anggarannya masih kecil harus ada peningatan di triwulan kedua. Kegiatan yang perlu lelang segera diajukan ke ULP [Unit Layanan Pengadaan],” kata dia.

Ia meminta kepada SKPD setelah ini membuat perencanaan soal penggunaan anggaran APBD. Perencanaan yang disusun nanti, kata dia, setiap triwulan penggunaan anggaran harus ada progres kenaikan. Jangan sampai membuat perencanaan semua anggaran diserap semua pada triwulan keempat. Proyek fisik dengan nilai besar, kata dia, perencanaan harus sudah dimulai di triwulan kedua.

Ia mengakui kendala mengerjakan proyek fisik terutama yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat, pencairan dananya sekarang tidak langsung 100% tetapi tiga tahap. Ditanya soal target awal serapan anggaran di triwulan pertama, Suyamto mengatakan sebesar 15% sehingga realisasi 28,04% ini sudah melebihi target.

“Dana perimbangan senilai Rp390 miliar sebanyak 31,86% sudah masuk kas daerah,” kata ujar Suyamto.

Ia meminta kepala SKPD yang mendapatkan dana perimbangan segera disusun secepatnya dan menyerahkan ke DPPKA untuk dibantu pencairan ke pusat. Selain itu kegiatan yang belum dilelang di segera dimasukkan ke Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) untuk dilelang.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Rahmat Sutomo, menyayangkan masih sedikitnya proyek fisik yang dilelang di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Ia mengaku akan mengundang kepala SKPD untuk paparan ke Wali Kota soal kendala minimnya proyek fisik yang dilelang di LPSE.

lowongan pekerjaan
PT ANDALAN FINANCE INDONESIA (Nasmoco Group), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…