Kepala P2T Karanganyar, Dwi Purnama (kiri) memproses pembayaran uang pengganti atas tanah dan bangunan milik warga yang terkena proyel jalan tol Soker, Selasa (26/4/2016), di Kantor BPN Karanganyar. (JIBI/Solopos/Istimewa) Kepala P2T Karanganyar, Dwi Purnama (kiri) memproses pembayaran uang pengganti atas tanah dan bangunan milik warga yang terkena proyel jalan tol Soker, Selasa (26/4/2016), di Kantor BPN Karanganyar. (JIBI/Solopos/Istimewa)
Selasa, 26 April 2016 19:15 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

TOL SOLO-KERTOSONO
Pembebasan Lahan Tol di Karanganyar Tinggal 2 Persen

Tol Solo-Kertosono, pembebasan lahan untuk tol Soker tinggal 20 bidang tanah.

Solopos.com, KARANGANYAR–Proses pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol Solo-Kertosono (Soker) hampir tuntas. Hingga Selasa (26/4/2016) sudah 1.384 bidang tanah yang dibayar, dari total 1.404 bidang tanah. Penjelasan itu disampaikan Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Karanganyar, Dwi Purnama.

“Pembayaran uang pengganti sudah mencapai 98 persen dari total 1.404 bidang tanah. Tinggal 20 bidang tanah yang menunggu pembayaran,” ujar dia saat dihubungi Solopos.com.

Dwi menjelaskan 20 bidang tanah yang belum dibayar terdiri atas 12 bidang tanah kas desa, dan delapan tanah milik warga. Secara prinsip sudah ada kesepakatan nilai ganti rugi 12 tanah kas desa. Tapi P2T Karanganyar masih menunggu turunnya dana dari pemerintah pusat.

Dia tidak berani memastikan kapan anggaran tersebut akan dicairkan, dan bisa langsung dibayarkan. Sedangkan anggaran uang pengganti bagi empat warga pemilik tanah akan turun lagi Jumat (29/4/2016) mendatang.

Informasi itu diperoleh Dwi dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Jalan Tol. “Proses penyelesaian pembayaran uang pengganti kan tergantung kapan anggaran cair. Informasi dari PPKom Satker Jalan Tol, anggaran akan cair lagi Jumat ini,” imbuh Dwi.

Dia berencana melakukan langkah konsinyasi bila warga pemilik tanah masih menolak uang pengganti. Saat ini masih ada pemilik beberapa bidang tanah yang belum setuju uang pengganti.

“Saya sampai judek, ada yang ngotot menolak uang pengganti sampai saat ini. Terpaksannya kalau tidak juga menyetujui tawaran uang pengganti, ya saya konsinyasikan,” kata dia.

Disinggung pembebasan lahan untuk pembuatan outer atau interchange di Wonorejo, Gondangrejo, Dwi masih menunggu instruksi dari Kanwil BPN Jawa Tengah (Jateng).

Sebab interchange Wonorejo yang menghubungkan jalan tol Soker dengan jalan Solo-Purwodadi merupakan gambar tambahan. “Itu belum masuk tanggung jawab saya saat ini,” tutur dia.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Wonorejo, Gondangrejo, Suhud Anshori, berharap pembebasan lahan segera rampung. Tujuannya supaya proyek jalan tol Soker bisa segera dituntaskan. Keberadaan jalan tol Soker yang melintas di Wonorejo diyakini bakal memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. “Kalau jalan tol sudah aktif pasti ada efek ekonominya,” ujar dia.

Dia mencontohkan efek pertumbuhan usaha di dekat jalan tol, outer atau interchange-nya. “Harga tanah di dekat jalan tol pun akan meningkat signifikan nantinya,” tambah dia.

Di sisi lain, Suhud berharap warga penerima uang ganti rugi bisa mengelolanya dengan cerdas. Menurut dia uang pengganti bisa digunakan untuk membuka usaha prospektif.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…