Ketua DPRD Gunungkidul Suharno saat membukukan tanda tangan dalam dokumen pengesahan APBD 2016 di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Rabu (25/11/2015). (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan) Ketua DPRD Gunungkidul Suharno saat membukukan tanda tangan dalam dokumen pengesahan APBD 2016 di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Rabu (25/11/2015). (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Selasa, 26 April 2016 22:20 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Seorang Anggota DPRD Gunungkidul Diduga Bikin Onar di Bank

Seorang anggota DPRD Gunungkidul diduga membuat onar di sebuah bank

Solopos.com, GUNUNGKIDUL – Ketua Komisi B DPRD Gunungkidul Sugito diduga membuat keributan di pelayanan di salah satu bank perkreditan di Karangmojo.

Buntut dari kegaduhan ini yang bersangkutan akan dilaporkan ke Badan Kehormatan Dewan oleh Sukiyono, warga Desa Ngipak, Karangmojo.

Namun laporan itu urung sampai ke tangan BK. Sebab saat akan dilaporkan pada Selasa (26/4/2016), Ketua BK DPRD Desiyanti sedang ada kegiatan di luar kantor.

Kegaduhan yang diduga dilakukan Sugito terjadi satu pekan yang lalu, tepatnya Rabu (20/4/2016) lalu. Menurut Sukiyono, kemarahan Sugito memuncak karena merasa tersinggung dengan pertanyaan teller bank tentang nominal jumlah uang yang diambil.

“Kebetulan saat kejadian, saya berada di dalam bank karena akan membayar tagihan PDAM,” kata Sukiyono saat dihubungi wartawan, kemarin.

Dia mengatakan, wakil rakyat itu sempat ngomel-ngomel dan memarahi teller yang melayani. Bahkan saat akan dilerai, tidak membuat emosi Sugito mereda dan terus memarahi sang kasir. “Saya juga sempat didorong oleh yang bersangkutan dan malah ikut dimaki-maki,” ujarnya.

Sukiyono pun merasa kecewa dengan ulah yang dilakukan oleh Sugito. Pasalnya tindakan itu dinilai arogan dan tidak pantas dilakukan, apalagi yang bersangkutan juga sebagai wakil rakyat. “Saya kira pertanyaan dari kasir hanya basa basi saja. Jadi tidak perlu dibesar-besarkan,” ungkap dia.

Perihal tentang laporan ke BK Sukiyono membenarkan. Namun hal tersebut urung dilakukan karena saat akan melapor ruang BK sedang kosong. “Kenapa saya melapor, karena saya juga ikut menjadi korban atas perilaku tidak mengenakan tersebut. Jelek-jelek begini saya juga pernah ikut partai,” katanya.

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…