Panen dengan mesin di sawah Desa Sidorejo, Wonoasri, Kabupaten Madiun, Rabu (7/10/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Siswowidodo) Panen dengan mesin di sawah Desa Sidorejo, Wonoasri, Kabupaten Madiun, Rabu (7/10/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Siswowidodo)
Selasa, 26 April 2016 03:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

PERTANIAN MADIUN
Musim Hujan, Panen Padi di Kabupaten Madiun Lampaui Target

Pertanian Madiun ini terkait produksi padi di musim penghujan.

Solopos.com, MADIUN – Hasil panen padi di Kabupaten Madiun tercatat mencapai 259.000 ton gabah kering panen (GKP) pada masa tanam musim penghujan (MP) di awal tahun 2016.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten Madiun, Muhammad Najib, mengatakan produksi tersebut melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah setempat sebesar 239.000 ton GKP.

“Capaian produksi padi pada masa MP tersebut telah melampaui target yang ditetapkan sebesar 239.000 ton GKP hingga terjadi surplus sebanyak 20.000 ton,” ujar dia kepada wartawan, Senin (25/4/2016).

Menurut Muhammad Najib, jumlah produksi padi sebanyak itu diperoleh dari hasil rata-rata produksi petani di Kabupaten Madiun per hektarenya yang tinggi. Jika hasil rata-rata petani pada umumnya mencapai 6,4 ton per hektare, panen petani Kabupaten Madiun bisa mencapai 7 ton per hektare.

Selain itu, luas lahan yang dipakai untuk menanam padi pada masa tanam MP hingga bulan Maret lalu, juga melebihi dari target yang direncanakan.

“Dari yang direncanakan seluas 35.564 hektare, terealisasi hingga 37.468 hektare atau mencapai 105,35 persen,” kata Najib.

Kondisi tersebut juga didukung oleh banyaknya ketersediaan air, karena masa tanam MP bertepatan dengan musim hujan.

“Demikian juga dengan tanaman padi rusak akibat tergenang air saat curah hujan tinggi, itu hanya sebagian saja. Sehingga tidak menyeluruh dan tidak memengaruhi target produksi,” kata dia.

Sementara, data Dinas Pertanian Kabupaten Madiun mencatat, target luas tanam keseluruhan selama tahun 2016 di wilayah setempat mencapai 82.812 hektare. Dari luasan tersebut, produki beras di wilayah Kabupaten Madiun pada tahun 2016 ditargetkan mencapai 513.000 ton.

Pihaknya optimistis target produksi tersebut dapat tercapai seiring dengan upaya yang dilakukan oleh dinas terkait dan juga para petani bersangkutan.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…