Ilustrasi kartu BPJS Kesehatan (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi kartu BPJS Kesehatan (JIBI/Solopos/Dok.)
Selasa, 26 April 2016 12:20 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

PERATURAN MENTERI
Pasien Kelas III Bakal Melonjak, Apa Dampaknya?

Peraturan menteri menaikan premi per April 2016.

Solopos.com, BANTUL- Menyusul kenaikan premi iuran jaminan kesehatan per April ini, lebih dari 30 peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dilaksanakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Bantul memutuskan turun kelas menyusul kenaikan premi iuran jaminan kesehatan per April ini. Jumlah peserta kelas III bakal melonjak.

Menurut Kepala BPJS Bantul Sutarji , kenikan Premi tersebut bakal menambah jumlah pasien kelas III, lantaran peserta berbondong-bondong turun kelas. Padahal saat ini komposisi kepesertaan JKN untuk peserta kelas III telah mencapai 70% dibanding peserta kelas II dan I.

“Pastinya jumlah pasien kelas tiga bakal melonjak,” imbuhnya lagi, Senin (25/4/2016).

Lonjakan pasien kelas III bakal berimplikasi pada layanan kesehatan. Rumah Sakit (RS) yang melayani pasien JKN harus siap dengan fasilitas kelas III seperti rawat inap. Ia berharap, pihak rumah sakit menambah fasilitas layanan untuk pasien kelas III.

Ditambahkan Sutarji, jumlah pasien kelas III di Bantul kini mencapai hingga 500.000 jiwa atau separuh lebih dari total warga Bantul sejumlah 900.000 jiwa lebih. Sebagian besar pembayaran premi peserta kelas III ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sejatinya kata Sutarji, Pemerintah Daerah turut membantu pembiayaan premi BPJS untuk peserta kelas III.

“Sampai sekarang Pemerintah Daerah belum membantu karena Jaminan Kesehatan Daerah [Jamkesda] yang dibiayai Pemerintah Daerah belum melebur ke BPJS. Bantul sampai sekarang belum terintegrasi ke dalam BPJS, padahal daerah lain seperti Gunungkidul sudah,” papar dia.

Terpisah, Kepala Bagian Pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul I Nyoman Gunarsa mengatakan, sejauh ini di RSUD belum terjadi lonajakan pasien kelas III seiring banyaknya peserta turun kelas. Namun RSUD kata dia telah memperbanyak fasilitas pengobatan untuk pasien kelas tiga seperti layanan rawat inap.

Saat ini, jumlah tempat tidur untuk pasien kelas III di RSUD mencapai lebih dari 50% atau sebanyak 175 tempat tidur. Penambahan fasilitas rawat inap untuk pasien kelas III terus ditingkatkan. “Sekiranya terjadi lonjakan kami tetap siap. Sesuai kebijakan direktur apabila tempat tidur kelas III penuh masih bisa dititipkan di kelas II dan kelas I,” jelas Nyoman Gunarsa.

lowongan pekerjaan
Pengawas, Estimator, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Komunisme dan Logika Kita

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (23/9/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, seorang editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Mungkin kita pernah membaca pernyataan bahwa adanya kemiskinan dan ketimpangan ekonomi…