Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Burhanudin (dua dari kanan) hendak meminta keterangan kepada pelaku pembunuhan pada gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (25/4/2016). (Insetyonoto/JIBI/Semarangpos) Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Burhanudin (dua dari kanan) hendak meminta keterangan kepada pelaku pembunuhan pada gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (25/4/2016). (Insetyonoto/JIBI/Semarangpos)
Selasa, 26 April 2016 16:50 WIB Insetyonoto/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PEMBUNUHAN SEMARANG
Emosi, Pemuda Ini Hujamkan Parang ke Dada Korban

Pembunuhan Semarang dilakukan pemuda Mangkang.

Solopos.com, SEMARANG – Anggota Satuan Reserse Mobil (Resmob) Kepolian Resort Kota Besar (Polrestabes) Semarang menembak kaki Imam Taufik alias Topik, 31.

Warga Karang Nangka 1, Mangkang Raya Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan Semarang itu ditembak kakinya karena melawan polisi saat akan ditangkap, Minggu (24/4/2016). Topik diduga pelaku penusukan hingga menyebabkan kematian, Purnomo Nugroho, 32, warga Jl. Kebonharjo RT 003/ RW 009, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara pada Sabtu (23/4/2016).

Dari tangan Topik, polisi mengamankan sebilah parang berukuran 30 centimeter yang digunakan untuk menusuk korban dan sebongkah batu. Selain menangkap Topik, polisi juga meringkus Aji Pamungkas, 17, keponakan pelaku yang memboncengkan menggunakan sepeda motor setelah penusukan.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Burhanudin mengatakan berdasarkan keterangan pelaku, tindakan menusuk korban karena emosi setelah dipukul korban. “Menurut keterangan pelaku, dia dipukul oleh Purnomo karena tidak mau memberikan pil koplo diminta korban,” katanya didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Semarng AKBP Sugiarto pada gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (25/4/2016).

Burhanudin menambahkan Topik adalah seorang residivis pernah ditahan di Lembaga Pemasyarakat (LP) Kelas 1 Kedungpane, Semarang selama tujuh tahun, kasus pemerkosaan anak di bawah umur.

Mengenai informasi bahwa Topik adalah bandar pil koplo, Kapolrestabes mengatakan masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut. “Untuk masalah pil koplo masih dilakukan penyelidikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Topik menyatakan kejadian penusukan bermula Purnomo datang ke tempat kosnya di Jl. Ronggowarsito, Semarang meminta pil koplo.
“Saat saya jawab tidak punya pil koplo, Purnomo malah memukul kepala saya, sehingga membuat emosi,” ungkap dia.

Topik yang emosi mengambil parang yang berada dalam kos, kemudian mengejar Purnomo yang sudah berjalan pergi dari kosnya. Begitu dapat menyusul, Topik langsung menghujamkan parang ke dada korban beberapa kali hingga meninggal dunia.

“Mengetahui korban tak bergerak lagi saya bingung. Meminta keponakan [Aji Pamungkas] diboncengkan sepeda motor ke Pedurungan Semarang. Kemudian ditangkap polisi,” ujar dia.

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…