Stan Kota Solo dalam Inacraft 2016 di Jakarta. (JIBI/Solopos/Istimewa) Stan Kota Solo dalam Inacraft 2016 di Jakarta. (JIBI/Solopos/Istimewa)
Selasa, 26 April 2016 06:30 WIB Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos Ekonomi Share :

INACRAFT 2016
Arjuna Tailor Kebanjiran Pesanan di Inacraft 2016, Ini Penyebabnya

Inacraft 2016, Arjuna Tailor menapat pesanan yang cukup besar di Inacraft 2016.

Solopos.com, SOLO–Kepopuleran Presiden Joko Widodo (Jokowi) rupanya masih menjadi daya tarik masyarakat untuk mengunjungi stan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari Solo yang mengikuti pameran kerajinan Indonesia Inacraft 2016. Pengunjung tertarik pada produk dan jasa yang selama ini menjadi langganan Jokowi.

Salah satu stan UMKM dari Solo yang merasakan berkah itu adalah Arjuna Tailor Solo. Arjuna Tailor merupakan salah satu UMKM dari 15 peserta dari Solo yang mengikuti pameran di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu-Minggu (20-24/4/2016).

Pemilik Arjuna Tailor Solo, Suparto, terkejut dengan antusiasme pengunjung selama pameran. Pengunjung begitu penasaran terhadap produk dan kualitas pakaian buatan Arjuna Tailor yang selama ini selalu dipakai oleh Jokowi.
Semula, jumlah pengunjung tidak begitu banyak saat mereka menggunakan papan nama Arjuna Tailor pada bagian atas stan.

“Semula kan kami memakai nama Arjuna Tailor, tetapi tidak begitu ramai karena mungkin pengunjung belum kenal. Enggak sampai setengah hari setelah pembukaan pameran langsung kami ganti papan nama menjadi Penjahit Jokowi, wah ternyata lumayan ramai,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Senin (25/4/2016).

Awalnya, banyak pengunjung yang tidak percaya bahwa Arjuna Tailor adalah penjahit langganan Jokowi. Namun, dia menunjukkan sebuah sebuah album foto yang berisi kumpulan foto-foto Jokowi dan pakaian selama memesan di Arjuna Tailor. Pengunjung baru percaya setelah melihatnya.

Suparto mengaku mendapatkan banyak pesanan jahitan selama pameran. Tidak hanya untuk masyarakat biasa, dia juga mendapatkan pesanan beberapa potong pakaian dari salah seorang pejabat Lion Air.

Saking banyaknya pesanan, pihaknya tidak bisa memenuhi permintaan jahitan. Arjuna Tailor saat itu hanya membawa gelondongan kain, mesin jahit, dan beberapa contoh pakaian jadi, termasuk pakaian khas Jokowi yang bermotif kotak-kotak.

“Pemesannya cukup banyak, makanya saat di pameran kami menerima jahitan dan meminta alamat pemesan. Nanti setelah jadi langsung kami kirim ke alamat pemesan,” imbuhnya.

Tarif pembuatan kemeja berkisar Rp75.000/potong-Rp85.000/potong, sedangkan celana penjang Rp75.000/potong.

Menurutnya, pameran Inacraft sangat bermanfaat karena membantu UMKM membangun jaringan pasar. “Kami baru sekali ini mengikuti pameran dan enggak menyangka hasilnya sangat bagus. Kami juga mendapatkan banyak pengalaman, wawasan, hingga koreksi untuk terus berbenah,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Solo, Nur Haryani, mengatakan pameran kerajinan Indonesia Inacraft 2016 membantu UMKM untuk membuat produk yang lebih kreatif. Pelaku UMKM akan dihadapkan langsung dengan bermacam produk yang siap bersaing hingga pasar internasional. “Pelaku UMKM ini bisa mengetahui betapa keras persaingan di dunia luar.  Kami yakin UMKM Solo itu tangguh makanya harus lebih kreatif lagi,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Senin.

Selain penjualan ritel, pameran itu juga menguntung pelaku UMKM karena banyak terjadi kesepakatan kontrak dagang. Namun, dia belum bisa merekap berapa nilai transaksi yang diperoleh selama pameran.

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…