Night Market Ngarsapura (Dok/JIBI/Solopos)
Selasa, 26 April 2016 01:30 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Solo Share :

NIGHT MARKET NGARSOPURO
Pedagang Keluhkan Parkir Liar

Night market ngarsopuro terkendala adanya parkir liar di sekitar lokasi.

Solopos.com, SOLO–Pedagang yang beraktivitas di Night Market Ngarsopuro mengeluhkan maraknya parkir liar saat kegiatan. Keberadaan parkir liar di sepanjang trotoar Ngarsopuro menghambat akses pengunjung Night Market.

Keluhan itu disampaikan pedagang dalam agenda reses anggota DPRD, Ginda Ferachtriawan, di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Solo, Minggu (24/4/2016) malam. Dalam kesempatan itu, pedagang menyayangkan lambatnya respons Pemkot untuk menertibkan kendaraan bermotor yang parkir sembarangan di trotoar belakang tenda pedagang. Tak hanya motor, mobil pun tak jarang parkir di ruas trotoar.

“Banyak pedagang Night Market yang mengeluh, parkir di trotoar kok dibiarkan. Kalau seperti itu terus, akses pengunjung atau pejalan kaki menuju lapak pedagang menjadi terganggu,” ujar Ginda saat ditemui wartawan di Ngarsopuro, Laweyan, Senin (25/4/2016).

Menurut penuturan pedagang, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) sudah berjanji menertibkan parkir liar dengan penggembokan. Ginda mengatakan pedagang menunggu realisasi penindakan tersebut. “Infonya Pemkot sudah sosialisasi soal penggembokan. Namun sampai sekarang upaya itu belum dilakukan optimal saat Night Market,” tutur legislator asal PDI Perjuangan (PDIP) tersebut.

Selain mengganggu pejalan kaki, parkir liar dinilainya mengganggu keteraturan Night Market. Ginda mendorong juru parkir (jukir) ikut berperan dengan meminta pengunjung parkir di lokasi semestinya. Ada sejumlah kantong parkir di Night Market yakni di sebelah selatan (sisi Jl. Slamet Riyadi, depan Es Tentrem) dan utara (kawasan Pasar Ngarsopuro hingga MTA),” kata dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD, Sugeng Riyanto, mendesak Pemkot menertibkan parkir liar di sejumlah ruang publik. Dia khawatir parkir tersebut tak dikelola jukir terdaftar sehingga merugikan pendapatan pemerintah.

“Parkir di penyelenggaraan event saat malam hari menjadi salah satu titik kebocoran parkir terbanyak. Kami minta Pemkot melakukan upaya antisipatif,” ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini kepada Solopos.com.

LOWONGAN PEKERJAAN
SUPERVISOR JAHIT & PENJAHIT HALUS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…