Tim dari PLN Area Surakarta mengecek kelengkapan peralatan pelayanan teknik seusai apel di Lapangan Fokus Kertonatan, Kartasura, Sukoharjo, Selasa (26/4/2016). (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos) Tim dari PLN Area Surakarta mengecek kelengkapan peralatan pelayanan teknik seusai apel di Lapangan Fokus Kertonatan, Kartasura, Sukoharjo, Selasa (26/4/2016). (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos)
Selasa, 26 April 2016 16:40 WIB Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos Ekonomi Share :

LISTRIK SOLORAYA
PLN Bakal Pasang 1.114 Arrester, Ini Alasannya

Listrik Soloraya, pemasangan penangkal petir untuk menghindari kerusakan jaringan listrik.

Solopos.com, SUKOHARJO–Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Surakarta bakal memasang 1.114 arrester atau alat penangkal petir pada jaringan listrik utama selama 2016. Pemasangan arrester dilakukan untuk menghindari kerusakan jaringan listrik akibat disambar petir.

Asisten Manajer Jaringan PLN Area Surakarta, Ronny Afrianto, mengatakan pemasangan penangkal petir ditargetkan dimulai secara bertahap pada triwulan II 2016. Saat ini PLN sudah memetakan jaringan listrik di wilayah mana saja yang sering disambar petir. Total, ada 112 jaringan listrik utama yang tersebar di seluruh Soloraya.

“Arrester ini akan kami pasang secara permanen. Nanti pemasangan arrester diprioritaskan di daerah yang frekuensi disambar petirnya lebih banyak. Saat ini kami sedang dalam proses persiapan dan menunggu dropping arrester,” kata Ronny saat ditemui Solopos.com seusai apel Gelar Peralatan Pelayanan Teknik di Kertonatan, Kartasura, Sukoharjo, Selasa (26/4/2016).

Pemasangan alat penangkal petir ini merupakan bentuk pemeliharaan jaringan listrik agar terhindar dari kerusakan yang tidak terencana. Tahun lalu PLN Area Surakarta juga memasang alat penangkal petir pada jaringan listrik utama. Total sudah ada 600-an arrester yang sudah dipasang.
Namun demikian, alat penangkal petir tersebut juga harus dipantau secara rutin. “Arrester ini juga memiliki batas usia. Kemampuan arrester biasanya hanya bertahan dihajar petir hingga 28 kali,” katanya.

Sementara, untuk melayani kebutuhan pelanggan, PLN Area Surakarta menggelar Gelar Apel Pelayanan Teknik secara serentak di lima lokasi. Lima lokasi itu yakni di Kertonatan, Karanganyar, Sumberlawang, Sragen, dan Jatisrono.

Ronny mengatakan apel tersebut dilakukan untuk mengetahui kesiapan peralatan kerja tim pelayanan teknik. “Kami harus memastikan peralatan kerja untuk melayani pelanggan ini prima, sehingga saat ada keluhan langsung siap,” ujarnya.

Menurutnya, ada dua macam gangguan yang dikeluhkan pelanggan, yakni gangguan massal dan personal. Gangguan massal yang sering kali terjadi di antaranya jaringan listrik yang putus karena kabel utama bersentuhan langsung dengan pohon maupun benda lainnya.

Sementara, gangguan personal yang sering dilaporkan karena pelanggan mengalami masalah listrik pada kediamannya. Pelanggan bisa melaporkan keluhan ihwal listrik pada Aplikasi Pengaduan dan Keluhan Terpadu (APKT) secara online.

Pembina PLN Area Surakarta untuk Keandalan Jaringan, Nanang Subuh Isnandi, meminta agar tim pelayanan teknik mampu bergerak cepat melayani keluhan pelanggan. Hal itu untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan.

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…