Presiden Jokowi menikmati fajar pertama 2016 di Dermaga Waiwo, Raja Ampat, Jumat (1/1/2016). (Istimewa/@jokowi)
Selasa, 26 April 2016 22:00 WIB Arys Aditya/JIBI/Bisnis Ekonomi Share :

Lebaran 2016 Sebentar Lagi, Presiden
Awas Birokrat "Mainkan" Harga!

Lebaran 2016 tinggal 2 bulan lagi. Presiden meminta harga dikendalikan dan mengancam jika ada birokrat yang mencoba bermain.

Solopos.com, JAKARTA — Pemerintah mempersiapkan segala amunisi untuk menstabilisasi harga barang pangan yang bergejolak pada momen Ramadhan dan Lebaran yang tinggal 1-2 bulan mendatang. Ambisi ini disertai ancaman kepada birokrat yang coba “bermain”.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan seluruh menteri untuk mengerahkan segala upaya untuk menjaga 10 barang pangan strategis. Bahkan, Kepala Negara meminta agar harga sejumlah komoditas bisa diturunkan.

Dia mencontohkan, harga daging sapi yang saat ini berada di level Rp120.000 per kg akan diupayakan turun ke level Rp80.000 per kg. Selain daging sapi, Presiden menekankan agar harga beras juga bisa lebih rendah.

“Tentunya, kalau ada upaya terutama bagi birokrat yang memberikan peizinan di kementerian tertentu, yang mempersulit atau memperlambat izin, Presiden telah memerintahkan untuk diganti dan dicopot,” kata Seskab seusai Rapat Terbatas Persiapan Lebaran di Kantor Presiden, Selasa (26/4/2016).

Dia menuturkan, ancaman ini sekaligus merupakan peringatan keras bagi semua pihak agar tidak bermain-main dengan ketersediaan pangan ketika menyambut Ramadhan dan Lebaran. Ramadan diperkirakan jatuh pada 7-8 Juni 2016, sedangkan Lebaran pada 6-7 Juli 2016.

Selain itu, Pramono Anung juga mengatakan persoalan keamanan, transportasi, dan energi juga dijaga beriringan dengan masalah pangan tersebut. Adapun, akan ada satu kali Ratas lagi untuk melakukan evaluasi harga-harga komoditas tersebut.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…