Selasa, 26 April 2016 20:25 WIB Farida Trisnaningtyas/JIBI/Solopos Indonesia Share :

LAGA UJI COBA PERSIS
Menang Atas MARS, Persis Masih Banyak PR

Laga uji coba Persis Solo melawan PS Mars dimenangkan Laskar Sambernyawa.

Solopos.com, SOLO — Persis Solo memetik hasil apik dalam uji coba kontra tim internal PS MARS dengan skor apik, 4-1, di Stadion Manahan, Solo, Selasa (26/4/2016) sore. Meskipun menang besar, Laskar Sambernyawa, julukan Persis, punya banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Salah satunya adalah finishing yang mesti dibenahi secepatnya jelang keikutsertaan mereka di ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) seri B yang bergulir 30 April 2016 mendatang. Laga ini jadi penampilan perdana Widyantoro yang kembali ke Persis sebagai pelatih kepala. Ia langsung menjajal dua pemain anyar yang baru saja merapat ke Sambernyawa.

Aji Saka dipercaya sebagai kiper utama, sedangkan Catur Pamungkas juga dipasang di lini tengah bersama Bayu Andra, Dedi Cahyono, dan Andrid Wibawa. Di barisan pertahanan diperkuat oleh Akbar Riansyah, Rohmat Sabani, Fernando Pangajow, dan Risman Maidullah. Di depan, striker menjanjikan Giannini Lestaluhu kembali dipasang bersama Bayu Nugroho.

Demi menjajal kemampuan lebih dari Aji Saka di bawah mistar gawang, ia dipasang sebagai kiper PS MARS di babak kedua. Sementara gawang Persis dijaga oleh kiper muda, M Ihsan Ramadani. Hasilnya, tiga kali gawang Aji Saka bobol di babak ini, yakni oleh tendangan Andrid Wibawa, Yanuar Ruspuspito, dan satu gol bunuh diri pemain MARS.

Sedangkan Catur ditarik berbarengan dengan Bayu Nugroho dan Giannini. Sebagai gantinya, masuk Agung Budi, Yanuar, dan Tinton yang resmi comeback ke Persis. Bek anyar, Tri Rahmadi, Taji Prasethio, juga dijajal bersama Qoiron Sandy dan striker baru, Fery Ardi. Sementara Akbar, Pangajow, Dedi, dan Andrid, ditarik keluar lapangan.

“Anak-anak ini terlalu pendiam. Tim butuh sosok pemimpin di setiap barisan. Saya memang tidak akan merubah materi tim ini. Saya sempat menekankan main bola-bola pendek saat latihan dan hasilnya ada kemajuan. Tapi, finishing harus dibenahi,” papar Widyantoro, kepada wartawan, Selasa sore.

Menurutnya, persoalan penyelesaian akhir ini tak hanya masalah striker, tapi juga kerja sama berbagai lini. Hal ini berkaitan dengan umpan-umpan silang yang gagal membuahkan hasil apik berupa gol. Di babak pertama ia mencatat ada tujuh peluang emas yang tak bisa dimaksimalkan para penggawa Sambernyawa.

Namun demikian, mepetnya waktu sebelum kick off tak mungkin bagi Persis membenahi soal maintenance. Alhasil, pelatih yang akrab disapa Wiwid ini memilih main strategi demi menghadapi PSGC Ciamis di laga perdana sekaligus pembukaan ISC B, akhir pekan ini.

“Tiga hari fokus strategi kemudian kita benahi finishing. Kami memang butuh tokoh sentral di lapangan. Tapi, waktu kami sangat sempit sehingga tak mungkin mencari pemain bagus yang kemungkinan besar sudah mendapat tim. Yang terpenting tim ini ada progres,” imbuhnya.

Terkait manajemen yang menargetkan harus lolos Grup III, Wiwid berjanji bakal berusaha keras untuk mewujudkannya. Ia bakal memaksimalkan latihan yang tersisa untuk memperbaiki berbagai hal yang menjadi evaluasi.

“Memang susah mencari pemain bagus karena waktu sudah sangat mepet. Manajemen tetap mengusahakan sampai nanti batas waktu yang telah ditentukan,” jelas Direktur Sports Persis, Totok Supriyanto.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…