Kucing di kardus (Breathefreelitterboxmate.com) Kucing di kardus (Breathefreelitterboxmate.com)
Selasa, 26 April 2016 22:10 WIB Septina Arifiani/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

KISAH TRAGIS
Kejam, Pria Prancis Tega Bunuh Puluhan Kucing

Kisah tragis terjadi di Paris, Prancis. Seorang pria tega membunuh puluhan kucing.

Solopos.com, PARIS – Seorang pria tunawisma harus mempertanggungjawabkan perbuatan kejamnya di pengadilan. Ia diketahui telah menyiksa 80 ekor kucing, 22 di antaranya kucing diketahui mati setelah dipenggal kepalanya.

Kisah mengerikan ini terungkap pada Rabu pekan lalu setelah seorang wanita melihat pria berusaha 48 tahun mencoba menjual empat anak kucing berusia satu bulan dalam kondisi sangat mengenaskan. Wanita tersebut lantas melaporkan sang pria ke polisi atas dugaan kekejaman binatang dan penyalahgunaan senjata.

Beberapa hari kemudian, polisi dan Lembaga Perlindungan Hewan (SPA)mendatangi sebuah pompa bensin tertutup di kawasan Rosny sous Bois, timur Kota Paris, di mana pria itu menyiksa puluhan kucing. Mereka pun menemukan kucing dalam kondisi sangat memprihatinkan.

Selama tujuh jam seperti dilansir Emirates247.com, Selasa (26/4/2016), aparat berhasil menyelamatkan 57 kucing dalam keadaan sakit dan terkunci di sebuah ruangan. Sementara 22 kucing diketahui mati lantaran mengalami berbagai penyisaan, bahkan dibunuh dengan cara dipenggal kepalanya. Di hari kedua pencarian, aparat menemukan empat kucing lagi. Keempat kucing tersebut diserahkan ke SPA.

Pelaku kini menjalani pemeriksaan terkait kesehatan psikologisnya. Ia akan menghadapi pengadilan di awal Juni 2016 mendatang atas tuduhan penyiksaan binatang.

 

 

 

LOWONGAN PEKERJAAN
Editor Biologi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…