Ilustrasi Puskesmas (Dok/JIBI/Solopos)
Selasa, 26 April 2016 05:40 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

KESEHATAN
Layanan Puskesmas Dinilai Lamban

Warga masih harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan layanan kesehatan di fasilitas kesehatan (faskes) tersebut.

 

Solopos.com, SLEMAN- Layanan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sampai saat ini masih dinilai tidak memuaskan. Pasalnya warga masih harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan layanan kesehatan di fasilitas kesehatan (faskes) tersebut.
Di Puskesmas Depok III, misalnya, salah seorang mahasiswi yang tinggal di Caturtunggal, Widayanti, 19, mengaku harus menunggu lama saat bermaksud memeriksakan diri. “Saya menunggu sekitar 1,5 jam hanya untuk antre pendaftaran dan adminitrasi. Padahal waktu itu saya dapat nomor antrean ke 17. Usai daftar, masih antre lagi untuk pemeriksaan dan obat,” keluhnya, Senin (25/4/2016).
Dia sendiri mengaku datang ke Puskesmas sekitar pukul 07.30 WIB. Sekitar jam 08.00 WIB, dia baru dapat panggilan untuk mendaftar. Sialnya, mahasiswi di sebuah PTN itu mengaku baru mendapat layanan medis di Poli Gigi pada pukul 09.20 WIB. “Masuk Puskesmas pagi, pulangnya jam 10.00 WIB. Ya jelas lama sekali pelayanannya,” katanya.
Pengalaman serupa pernah dialami juga oleh Krisna Agung, 31 warga Purwomartani, Kalasan. Dia mengaku kapok usai memeriksakan diri ke Puskesmas di Kalasan. Sebab, Krisna pernah mengantre cukup lama untuk mendapat layanan medis. “Saya akhirnya pindah lokasi periksa, ke rumah sakit swasta di Kalasan. Bukan apa-apa, berangkat pagi ingin cepat segera diperiksa, jam 09.00 WIB layanan pendaftaran saja belum dilayani,” ujarnya.
Baik Widya maupun Krisna mengatakan, layanan Puskesmas dipilih selain murah, lokasinya tidak jauh dari tempat tinggalnya. Krisna sangat menyayangkan lambannya pelayanan yang diberikan di Puskesmas yang menjadi andalan masyarakat. “Kalau punya biaya lebih, bisa pindah ke rumah sakit. Tapi bagaimana dengan nasib warga miskin? Kasihan kalau mereka menunggu terlalu lama kalau harus cepat ditangani,” ujarnya.
Berbeda dengan mereka, Kadir salah seorang warga Sumberadi, Mlati mengaku tidak semua layanan di Puskesmas molor. Dia mengatakan, layanan Puskesmas di dekat rumahnya prosesnya cepat. “Kalau antrean pendaftaran di Puskesmas Mlati II relatif cepat. Saya pernah hitung, selama 30 menit ada 30 pasien yang dilayani. Cuma untuk layanan pemeriksaan masih lama,” katanya.
Meski begitu, dia mengusulkan agar dokter umum di Puskesmas ditambah. Alasan Kadir, banyaknya pasien yang datang tidak sebanding kalau hanya dilayani oleh satu dokter saja. “Ini yang mungkin antrean jadi lama. Pasien umum banyak, tetapi ditangani satu dokter saja. Kalau di Mlati ada dua dokter umum cuma dilayani mulai pukul 09.00 WIB,” ujarnya.
Dia tidak tahu alasan kenapa baru kebijakan tersebut dilakukan mulai pukul 09.00 WIB. Padahal pasien yang datang didominasi pasien poli umum. Dalam sehari, jumlah pasien yang datang rata-rata 200 orang. Kondisi itu memang tidak sebanding dengan jumlah tenaga medis yang ada.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…