Dua pekerja memotong besi pada atap puing los di Pasar Karangpandan menggunakan gerinda, Senin (25/4/2016). (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos)
Selasa, 26 April 2016 00:30 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

KEBAKARAN KARANGANYAR
Pemkab Alokasikan Rp199 Juta Bangun Los Darurat Pasar Karangpandan

Kebakaran Karanganyar, pembangunan los darurat Pasar Karangpandan selesai pada awal Mei.

Solopos.com, KARANGANYAR–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengalokasikan Rp199 juta untuk membongkar puing los yang terbakar dan membangun los darurat di Pasar Karangpandan.

Pemkab menargetkan pembongkaran dan pembangunan los darurat selesai pada awal Mei. Pantauan Solopos.com, sejumlah pekerja memotong besi pada bagian atap bekas los terbakar menggunakan gerinda dan palu, Senin (25/4/2016).

Kepala Bidang (Kabid) Pasar Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kabupaten Karanganyar, Budi Wahyono, menuturkan pembongkaran dan pembangunan los di Pasar Karangpandan bersifat darurat.

“Nominalnya sekitar Rp199 juta. Itu untuk membangun kios, kantor pasar, dan los darurat. Jadi penunjukan langsung karena di bawah Rp200 juta. Target secepatnya karena darurat. Ndang rampung jadi setelah dibongkar bisa dibangun. ya yen isa jangan sampai pertengahan Mei,” kata Budi saat dihubungi Solopos.com, Senin.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar (HPP) Karangpandan, Karjo Wignyo Utomo, menyampaikan pemborong yang membongkar puing akan lembur hingga pukul 21.00 WIB. Karjo menjelaskan pemborong sudah berkoordinasi dengan pengelola Pasar Karangpandan.

“Pemborong ambil seng, potong besi. Pemborong minta aliran listrik saat malam karena akan lembur. Supaya cepat selesai. Kami akan mengawasi proses pembongkaran,” tutur Karjo saat ditemui wartawan di Pasar Karangpandan.

Camat Karangpandan, Aji Pratama Heru Kristianto, menyampaikan Bupati Karanganyar menargetkan pedagang kembali berjualan pada Mei. Heru, sapaan akrab Aji Pratama Heru Kristianto, mengimbau pedagang tidak berjualan di bawah puing los yang terbakar. Hal itu membahayakan.
Pengelola pasar dan kecamatan berkoordinasi dengan Polsek Karangpandan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk selama pembongkaran.

“Sudah dilepas. Kami koordinasi dengan lurah pasar dan patroli untuk mengantisipasi pencurian selama pembongkaran puing. Hasil penyelidikan penyebab kebakaran adalah hubungan pendek arus listrik,” tutur Kapolsek Karangpandan, AKP Aris Dwi Handoko, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Mahedi Surindra, saat ditemui wartawan di lokasi.

Sementara itu, satu pedagang yang menjadi korban kebakaran los nekat berjualan. Dia berjualan di tepi los yang terbakar, tetapi tiang dan atap masih kokoh. Warga Bulurejo, Karangpandan, Suparni, 47, menuturkan nekat berjualan karena membutuhkan uang untuk mencicil pinjaman modal ke bank dan koperasi. Perempuan yang berjualan pakaian anak-anak, seragam, celana, dan gamis itu meminjam uang dari kerabat untuk memulai usaha setelah kebakaran.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…