Rustam Effendi (Istimewa/Detik) Rustam Effendi (Istimewa/Detik)
Selasa, 26 April 2016 15:43 WIB Asteria Desi Kartika Sari/Detik/JIBI Politik Share :

Ini Klarifikasi Rustam Effendi Soal Geng Golf dan Duit Rp50 Juta

Setelah mundur sebagai Wali Kota Jakarta Utara, Rustam Effendi menanggapi pernyataan Ahok soal geng golf dan hobinya main golf.

Solopos.com, JAKARTA — Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi menanggapi pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal geng golf yang melibatkan dirinya. Rustam mengakui suka bermain golf, namun mengaku tak tahu adanya geng tersebut.

Rustam mengaku bermain golf dua kali sebulan. Setiap main golf, pria yang mundur dari jabatan wali kota ini memilih yang sesuai kantong dan tidak sampai ke luar negeri.

“Kalau main golf ya kami cari yang murah-murah saja. Gaji saya masih cukuplah buat bayar. Paling di Rawamangun sekali main Rp1 juta sampai Rp1,5 juta,” kata Rustam di kantornya, Jl Yos Sudarso, Tanjung Priok, Selasa (26/4/2016).

Rustam mengaku tidak pernah bermain golf hingga terbang ke luar negeri. “Tapi saya mainnya enggak sampai ke luar negeri loh ya. Saya ke luar negeri saja cuma pas haji dan umrah. Lagian saya kan perlu olah raga, rekreasi, apa salahnya,” ujar Rustam.

Ketika ditanya tentang geng golf yang disebut sebagai penentu jabatan, Rustam mengaku tidak tahu. “Saya diangkat jadi wali kota kan dari gubernur. Kalau zaman dulu barangkali ada [naik pangkat], siapa tahu,” jawab Rustam yang mengenakan baju dinas warna cokelat itu.

Rustam sebelumnya mengaku bermain golf di hari libur dua kali dalam sebulan. Ia juga telah meminta izin kepada Ahok untuk berolahraga. Ahok mengizinkan asal tidak mengganggu pekerjaan.

Terkait soal golf, Rustam juga menolak jika uang operasional Rp50 juta yang diberikan Gubernur kepada wali kota dipakainya untuk golf. Dia mengatakan uang itu merupakan uang operasional untuk pernikahan warga. Rustam menegaskan, uang tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pribadinya.

“Jadi uang Rp 50 juta itu merupakan biaya operasional Pak Gubernur ke seluruh wali kota, untuk karangan bunga bila mana ada masyarakat atau rekan-rekan PNS yang punya hajatan,” ujar Rustam.

Uang operasional per bulan itu digunakan Rustam untuk membeli karangan bunga atau membantu biaya hajatan jajarannya termasuk warga. “Saya bagikan ke bawahan saya, untuk mereka gunakan bila ada hajatan-hajatan seperti itu. Tapi tidak saya gunakan untuk main golf, kalau main golf itu duit saya pribadi,” jelasnya.

Sebelumnya, Ahok mengaku rutin memberikan dana operasional kepada Rustam Effendi untuk biaya karangan bunga dan resepsi pernikahan warga. Ahok selalu berpesan agar Rustam tidak menyalahgunakan dana tersebut untuk bermain golf.

“Kamu mau kawinan bagaimana? Kurang duit? Saya kasih Rp 50 juta sebulan, pakai uang operasional saya nih. Jangan buat main golf ya. Ini buat kawinan warga, nih,” ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (25/4/2016) lalu.

Hari ini, Ahok menyebut kinerja Rustam dapat dikatakan baik. “Ya beliau mau mundur saya mau bilang apa. Ya kita terima kasih aja sama beliau, dia sudah ketemu saya,” kata Ahok di RPTRA, Lebak Bulus, Selasa (26/4/2016).

Menurutnya, keputusan untuk mengundurkan diri merupakan sudah keputusan bulat dari Rustam. Ahok menuturkan bahwa pihaknya tidak bermaksud untuk memberhentikan Rustam. “Saya juga tidak bermaksud menghentikan beliau. Jadi kalo beliau bilang mau berhenti ya saya gak bisa maksa juga,” jelasnya. Baca juga: Cerita Ahok Soal “Geng Golf” Pejabat DKI, Ada Nama Rustam Effendi.

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi mebel, Drafter, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Komunisme dan Logika Kita

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (23/9/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, seorang editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Mungkin kita pernah membaca pernyataan bahwa adanya kemiskinan dan ketimpangan ekonomi…