Petani menyemprot padi menjelang musim panen di Beran, Ngawi, Sabtu (23/1/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Ari Bowo Sucipto) Petani menyemprot padi menjelang musim panen di Beran, Ngawi, Sabtu (23/1/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Ari Bowo Sucipto)
Selasa, 26 April 2016 07:40 WIB Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Gapoktan Bantul Tanam Varietas Padi Pepe di MT II

Para petani sudah mulai mempersiapkan serta mengantisipasi terhadadap serangan hama dalam MT kedua.

 

 

 

Solopos.com, BANTUL– Memasuki Masa Tanam (MT) kedua tahun 2016, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Bantul melakukan tindakan pencegahan terhadap hama wereng yang seperti menyerang banyak lahan mereka pada MT pertama lalu.

Ketua Gapoktan Gemah Ripah Desa Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Munawar mengatakan para petani sudah mulai mempersiapkan serta mengantisipasi terhadadap serangan hama dalam MT kedua.

“Dalam MT kedua nanti kami akan merubah pola tanam dalam bertani, varietas padi yang akan ditanam juga merupakan varietas unggulan yakni varietas pepe,” katanya Senin (25/4/2016).

Menurutnya varietas padi pepe adalah varietas padi unggulan yang tahan dengan serangan hama dan cuaca yang ekstrim.

“Selain itu varietas tersebut juga merupakan salah satu penghasil atau yang memiliki produktivitas yang sangat bagus, dalam satu hektare lahan padi dengan varietas tersebut hasilnya mencapai sepuluh ton,” kata Munawar.

Dalam menghadapi musim yang tidak menentu para petani juga akan melakukan pola tanam yang berbeda. Hal demikian dilakukan sebagai antisipasi bencana angin besar yang akan menyebabkan padi ambruk.

“Pola tanam pada MT kedua juga berbeda, petani akan melakukan pola tanam jejer legowo empat, jika padi sudah layak panen dengan pola tanam tersebut sangat cocok, karena posisi padi akan susah ambruk dan mampu saling menopang satu sama lain,” ujarnya.

Sementara itu untuk pemupukan, pihaknya akan melakukan pemupukan seperti biasa, seperti pada MT sebelumnya.

 

lowongan pekerjaan
KONSULTAN PERENCANAAN BANGUNAN GUDANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Jogja Istimewa Jangan Hanya Slogan, Ini Saran untuk Pemda DIY

Status istimewa yang disandang DIY, semestinya tidak hanya sekedar menjadi nama saja Solopos.com, JOGJA–Status istimewa yang disandang DIY, semestinya tidak hanya sekedar menjadi nama saja, melainkan bisa benar-benar mewujud dalam kehidupan sehari-hari, utamanya dalam hal urusan menyejahterakan masyarakat. Mantan Direktur…