Sebanyak 21 polisi di bawah Polda Jawa Timur yang melanggar disiplin menjalani hukuman di Mapolda Jatim, Senin (25/4/2016). (polrespacitan.com)
Selasa, 26 April 2016 15:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

DISIPLIN POLRI
Indisipliner, 2 Polisi Pacitan Dikarantina di Mapolda Jatim

Pelanggaran disiplin, dua polisi dari Polres Pacitan dikirim ke Polda Jatim untuk menjalani karantina.

Solopos.com, PACITAN — Dua anggota Polres Pacitan yang melakukan tindakan indisipliner dan pelanggaran tugas sebagai polisi dikirim ke Polda Jawa Timur untuk menjalani hukuman karantina.

Kedua anggota polisi yang melanggar aturan itu telah menjalani persidangan dan menerima putusan dari Sipropam Polres Pacitan.

Kasubbid Provos Bidang Propam Polda Jawa Timur, AKBP Eddwi Kurniyanto, mengatakan Polda Jatim terus melakukan gebrakan untuk memberikan sanksi terhadap anggota Polri yang tidak disiplin.

Bagi anggota polisi yang terbukti tidak disiplin termasuk melakukan pelanggaran akan diberi sanksi. Sanksi tersebut di antaranya sanksi hukuman disiplin berupa teguran, fisik, hingga penahanan.

Eddwi menyampaikan sanksi yang diberikan terhadap anggota yang terkena hukuman disiplin yaitu mengenakan helm bodoh dan push up.

Dia mengatakan ada 21 anggota polisi di jajaran Polda Jatim yang mendapatkan hukuman fisik. Anggota polisi itu telah melakukan tindakan indisipliner seperti tidak ikut apel secara berturut-turut, disersi, menelantarkan keluarga, selingkuh, dan melakukan pemerasan.

“Program wajib apel pagi harus mendapatkan perhatian dari anggota. Sementara untuk anggota yang mendapat hukuman disiplin dengan mengenakan helm bodoh berwarna merah selanjutnya diapelkan,” kata dia saat menghukum anggota polisi yang tidak disiplin di Mapolda Jatim, Senin (25/4/2016).

Setelah mengikuti apel dengan mengenakan helm bodoh, mereka juga diminta untuk Salat Duha. Hal ini bertujuan supaya anggota yang melanggar aturan itu bisa memahami kesalahan dan akhirnya bisa sadar atas apa yang mereka perbuat.

“Supaya anggota yang tidak disiplin bisa sadar dan lebih dekat dengan agama sekaligus malu dengan pelanggaran yang telah dilakukan,” kata dia yang dikutip Madiunpos.com dari laman polrespacitan.com, Senin.

Dia menjelaskan sanksi disiplin ini bukan dalam rangka pimpinan membenci anggota polisi yang tidak disiplin. Namun, ini merupakan pembinaan yang bertujuan supaya anggota tidak melakukan hal yang tidak terpuji lainnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…