Descendants of the Sun (officiallykmusic.com) Descendants of the Sun (officiallykmusic.com)
Selasa, 26 April 2016 13:40 WIB JIBI/Solopos/Newswire Layar Share :

DESCENDANTS OF THE SUN
Inilah 10 Dialog Romantis Bikin Baper di Descendants of The Sun

Descendants of The Sun sedang menjadi magnet bagi khalayak.

Solopos.com, JAKARTA — Drama Korea Selatan Descendants of The Sun menjadi drama paling diburu saat ini. Alur cerita cinta yang disuguhkan dalam drama tersebut sukses membuat penontonnya baper atau terhanyut.

Dalam sebuah drama atau film, script atau naskah memang memiliki peranan sangat penting. Sebagai drama Korean Popular (K-Pop) terbaru, Descendants of The Sun dianggap sebagian besar penontonnya menampilkan adegan-adegan romantis.

Kesuksesan Descendants of the Sun ini tentu tak lepas dari kepiawaian penulis Kim Eun Sook, yang sebelumnya juga sukses dengan drama The Heirs di tahun 2013.

Seromantis apakah Descendants of The Sun  yang menampilkan tokoh utama Yoo Si Jin (diperankan Song Joong Ki) dan Kang Mo Yeon (diperankan Song Hye Kyo)? Berikut daftar 10 dialog paling romantis di DOTS, versi Liputan6, Senin (25/4/2016).

1. Episode Kedua
Di episode kedua, Yoo Si Jin dan Kang Mo Yeon akhirnya punya kesempatan untuk menonton film bersama di bioskop. Sesaat sebelum film akan dimulai Mo Yeon pun mengatakan hal yang paling ia sukai saat sedang nonton di bioskop.

“Kau tahu apa hal yang paling menyenangkan saat di bioskop? itu adalah saat sebelum lampunya dipadamkan,” kata Mo Yeon sambil tersenyum.

“Dan ini adalah saat yang paling menyenangkan dalam hidupku. Aku duduk bersama wanita cantik saat lampu akan dipadamkan,” sahut Si Jin sambil tersenyum kepada Mo Yeon.

Namun sayang sekali, acara nonton mereka harus kembali tertunda karena lagi-lagi Yoo Si Jin mendapat panggilan untuk bertugas. Saat itu Kang Mo Yeon sedikit kecewa namun perasaan itu tidak ia tunjukkan pada Yoo Si Jin.

2. Episode Ketiga
Pada episode ketiga, Yoo Si Jin mengajak Mo Yeon untuk pergi ke pantai yang sangat indah. Meskipun letaknya jauh, namun hal itulah yang menjadi alasan agar ia bisa terus berduaan dengan Mo Yeon.

“Kita akan pergi ke pantai. Kita tidak akan bisa ke sini lagi saat sibuk nanti,” kata Si Jin sambil keluar dari mobil.

“Bukannya tempatnya jauh?” tanya Mo Yeon

“Ya, Karena tempatnya jauh, aku ingin lebih lama bersamamu, ikut aku!” ujar Si Jin.

Mo Yeon ragu, jadi ia tidak mengikuti langkah Si Jin. Si Jin menghentikan langkahnya dan berkata pada Mo Yeon kalau ia akan menceritakan sesuatu yang menarik, lalu Mo Yeon pun akhirnya mau ikut dengan Si Jin.

3. Episode Keempat
Dalam episode keempat, Kang Mo Yeon berhasil mengoperasi raja Arab Saudi, tapi ia masih belum sadarkan diri hingga Mo Yeon masih mendapat ancaman yang menakutkan jika Raja tidak kunjung sadar setelah operasi.

Sementara itu, ia mengingat Si Jin yang sedang dijatuhi hukuman kurungan atas tindakannya yang tidak mematuhi perintah atasan untuk tidak mengoperasi Raja Arab Saudi, karena risikonya yang sangat tinggi.

“Aku khawatir ia tidak bangun, aku takut,” kata Mo Yeon dari balik pintu tempat Si Jin menjalani masa kurungan.

“Kau mengkhawatirkan banyak lelaki. Mulai sekarang khawatirkan saja diriku.”

4. Episode Ketujuh
Pada episode ketujuh, Kang Mo Yeon sempat berjuang menyelamatkan diri dari bencana gempa bumi di Urk. Yoo Si Jin yang pada saat itu sedang kembali ke Korea merasa amat sangat khawatir dengan nasib Kang Mo Yeon.

“Aku baik-baik saja,” kata Mo Yeon sambil mengobati luka di punggung Si Jin

“Kau mendengarnya? aku bertanya dalam hatiku.”

“Iya, aku mendengarnya dengan keras dan jelas.”

Lalu Mo Yeon memberi penjelasan bahwa keadaannya baik-baik saja, merasa pembicaraan mereka terlalu serius. Mo Yeon pun meminta Si Jin untuk menghiburnya.

“Kau sangat cantik sekarang.”

“Kau tidak melihatku,” jawab Mo Yeon.

“Aku sudah melihatmu sebelumnya, kau adalah orang yang akan selalu terlihat cantik.”

Sempat terdiam, Si Jin pun melanjutkan kata-katanya, “Aku sangat merindukanmu, aku tidak bisa berhenti memikirkanmu, Aku sudah mencoba untuk melupakan, aku minum dan melakukan semua yang ku bisa. Tapi aku masih sangat merindukanmu.”

Kang Mo Yeon hanya terdiam tak memberi respon apapun atas pernyataan Si Jin.

“Apa kau tidak mengharapkan mendengar ini?, kalau begitu pikirkanlah. Kali ini aku serius.”

5. Episode Kesepuluh
Di episode kesepuluh, Yoo Si Jin melihat Mo Yeon dalam keadaan agak lusuh, rambutnya tidak diikat dengan benar. Si Jin lalu berkata pada Mo Yeon kalau ia pasti tidak punya banyak waktu untuk merawat dirinya sendiri, bahkan hanya untuk sekedar mengikat rambutnya. Dengan rasa perhatian, Yoo Si Jin berinisiatif mengikat rambut Mo Yeon.

“Aku bisa melakukannya sendiri.”

“Cinta mendorong kita untuk melakukan hal yang bisa mereka lakukan sendiri,” kata Si Jin sambil mengikat rambut Mo Yeon.

“Aku akan melakukan sesuatu untukmu nanti, aku akan melakukan sesuatu yang bisa kau lakukan sendiri.”

6. Episode Kesebelas
Dalam episode kesebelas, Myung Ju yang sedang terserang Virus M3 harus dirawat di ruang steril. Melalui walkie talkie, Myung Ju berbicara kepada Dae Yeong. Ia ingat saat pergi bersama Dae Yeong ke sebuah acara pernikahan, saat itu ia mengejek Myung Ju dengan berkata bahwa konsep dress putih yang ia kenakan mirip dengan hantu perawan.

Tapi sekarang berbeda, Dae Yeong menganggap Yoon Myung Ju sangat cantik seperti malaikat.

“Kau ingat saat kita akan menghadiri acara pesta pernikahan, kau bilang padaku bahwa konsep penampilanku seperti hantu perawan. Aku rasa hal itu akan benar-benar terjadi,” ujar Myung Ju.

“Tidak, Yoon Myung Ju adalah malaikat saat ia masuk dalam hidupku,” kata Seo Dae Yeong.

“Kenapa kau jadi mendadak romantis saat aku sakit,” jawab Myung Ju sambil menitikkan airmata.

7. Episode Kelimabelas
Pada episode kelimabelas, ada hari di mana Yoo Si Jin dan Kang Mo Yeon berencana untuk kencan, tapi Si Jin datang menjemput Mo Yeon lebih awal. Mo Yeon pun merasa aneh, karena pasti Si Jin datang bukan untuk menjemputnya melainkan untuk berpamitan dengannya.

“Kau mau bertugas lagi?”

“Ya, kali ini aku pergi agak lama. aku akan sibuk nanti jadi aku ingin melihat wajahmu sebelum aku pergi.”

“Berapa lama? seminggu, dua minggu?”

“Tiga bulan.”

Mendengar pernyataan itu, dengan susah payah Mo Yeon menahan air matanya agar tidak berurai.

“Maaf karena membuatmu berusaha menahan tangis,” kata Si Jin sambil memeluk erat Kang Mo Yeon.

“Cepatlah kembali, jangan terluka, jangan terlambat.”

“Aku tak akan terluka, aku tak akan mati, aku pasti akan kembali, aku berjanji padamu.”

“Kau harus menikmati satu musim ini. Aku pasti akan kembali saat musim berganti.”

Hari demi hari terlewati, yang diterima Mo Yeon ternyata bukanlah kabar baik dari kekasihnya, melainkan kabar kematiannya saat ia bertugas di medan perang.

8. Episode Kelimabelas
Pada episode 15, Kang Mo Yeon pergi ke padang pasir Albania, di sana ia menaruh batu pemberian Si Jin yang pernah mereka ambil di pantai kapal karam. Namun batu itu terus jatuh dari tempatnya, seolah mengisyaratkan kalau batu itu tak boleh ditaruh di sana.

Tiba-tiba walkie talkie Mo Yeon berbunyi dan memanggil kode nama Mo Yeon, “Beauty”. Anehnya suara panggilan itu adalah suara Yoo Si Jin. Dengan terkejut, Kang Mo Yeon melihat ke sekitar. Ada sosok pria dari kejauhan yang sedang berjalan dan ternyata ia adalah Yoo Si Jin.

“Tidak mungkin,” kata Mo Yeon sambil berlari menghampiri Si Jin.

“Lama tidak bertemu,” kata Si Jin dengan tatapan penuh rindu.

“Kau masih hidup,” ujar Mo Yeon sambil menangis

“Aku bersusah payah menjaga janjiku padamu untuk tetap hidup.”

Setelah itu, Si Jin memeluk erat Mo Yeon.

9. Episode Keenambelas
Dalam episode keenambelas, untuk kali pertama dalam 100 tahun salju akhirnya turun Urk. Dan Seo Dae Yeong yang dikabarkan telah meninggal, tiba-tiba datang menemui Myung Ju di tengah turunnya salju.

“Jawabanku ini mungkin sangat terlambat. Aku tidak akan melepaskanmu, bahkan jika aku harus mati, aku tak akan pernah melepaskanmu.”

Myung Ju tak bisa berkata-kata, ia hanya menangis sejadi-jadinya sambil memukul bahu Dae Yeong.

10. Episode Terakhir
Pada adegan terakhir, Yoo Si Jin dan Kang Mo Yeon akhirnya kembali ke tepi pantai, sebuah tempat yang pernah mereka kunjungi dulu. Di bawah sinar bulan mereka duduk di atas kapal karam. Suasana semakin terasa romantis saat mereka melihat bintang jatuh.

“Ambilkan bintang untukku,” kata Mo Yeon setelah mengucap satu permintaan dalam hatinya.

“Aku sudah mengambil satu bintang, dan bintang itu duduk di sampingku sekarang. Kau begitu berkilauan.”

“Katakan sekali lagi.”

“Hidupku terasa sangat berkilauan sekarang ini.”

“Tak usah memujiku.”

Kemudian, Mo Yeon berkata bahwa dirinya adalah kado yang diberi Tuhan untuk Si Jin karena ia telah berhasil menyelamatkan dunia.

Lalu Si Jin bertanya kepada Mo Yeon, “Apa keinginanmu tadi?”

“Aku ingin pria ini menciumku, apa keinginanku akan terkabul?” kemudian Si Jin mengecup manis bibir Mo Yeon.

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…