Ilustrasi menggunakan Internet (news.com.au) Ilustrasi menggunakan Internet (news.com.au)
Selasa, 26 April 2016 05:00 WIB JIBI/Solopos/Newswire Internet Share :

BAHAYA INTERNET
Begini Cara Perempuan Hadapi Kejahatan di Medos

Bahaya Internet bagi perempuan cukup banyak terutama di media sosial.

Solopos.com, JAKARTA — Perempuan rentan mengalami kekerasan saat online di Internet, sehingga pendiri PurpleCode, Dyhta Caturani, memiliki sejumlah strategi untuk menghadapinya.

Seperti dikutip dari Antara, Senin (25/4/2016), Ia mengemukakan, salah satu tantangan menghadapi kasus kekerasan seksual di Internet adalah tidak adanya hukum yang saat ini ampuh menjangkaunya.

Oleh karena itu, ia menilai, kekerasan seksual terhadap perempuan di Internet lebih sering tidak dianggap sebagai masalah, apalagi kejahatan. Korban juga tidak mendapat perlindungan hukum yang memadai.

Meski demikian, ia menegaskan, potensi kekerasan di dunia maya dapat diminimalisir, dan dapat ditindak lanjuti saat hal itu terjadi. Dalam kampanye #PositionOfStrength bersama Twitter, Dyhta berbagi strategi dalam menghadapi kejahatan di media sosial di antaranya sebagai berikut:

1. Dokumentasikan setiap pelecehan atau harassment dan ancaman. Jangan dihapus, melainkan simpan sebagai bukti.
2. Laporkan dan blokir atau report and block pihak yang melecehkan.
3. Abaikan.
4. Anonimitas.
5. Pelajari fungsi pengaturan rahasia pribadi atau privacy setting setiap platform media sosial dan aplikasi berbagi foto atau photo sharing yang digunakan.
6. Jangan pernah memposkan informasi data pribadi yang sensitif di Internet.
7. Perlakukan semua informasi data pribadi secara hati-hati, memilah mana yang boleh dan mana yang tidak boleh diposkan ke Internet.
8. Gunakan fungsi laporan posisi atau geotagging dan lokasi atau geolocation secara bijak.
9. Pelajari perangkat keamanan digital, contoh jangan pernah membagikan kata kunci atau password kepada siapa saja
10. Bergabunglah dalam kegiatan kampanye anti-kekerasan terkait teknologi terhadap perempuan.

LOWONGAN PEKERJAAN
Taman Pelangi Jurug, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…