Ilustrasi penggunaan smartphone (Phantom Glass)
Selasa, 26 April 2016 21:30 WIB Sholahuddin Al AyyubiJIBI/Bisnis Gadget Share :

Awas Jual Android Anda! Foto & History Bisa Dibaca Pemilik Baru

Menjual smartphone bekas, khususnya Android, harus hati-hati. Pastikan data, termasuk foto dan history Anda, bisa dibaca pemilik baru.

Solopos.com, JAKARTA — Vendor pengamanan IT global Avast menemukan sekitar 40% smartphone bekas yang dijual penggunanya masih menyisakan data pemilik sebelumnya yang belum terformat dengan sempurna. Hal ini dinilai berbahaya, apalagi jika ada data pribadi, termasuk foto dan video yang rawan dimanfaatkan orang tak bertanggungjawab.

Berdasarkan penelitian Avast terhadap 20 smartphone yang dibeli dari beberapa toko barang bekas, ditemukan sebanyak 2.000 file yang tidak terhapus dengan sempurna. File itu terdiri dari foto pribadi, email, pesan teks, faktur dan satu video konten dewasa yang telah dihapus pemilik sebelumnya.

Selain itu, Avast juga menemukan tidak sedikit pemilik smartphone yang lupa melakukan log out dari akun Gmail pribadinya. Hal ini diprediksi dapat menimbulkan resiko pemilik baru diam-diam membaca atau mengirim pesan melalui akun tersebut dan melakukan hal jahat.

Dua tahun sebelumnya, Avast juga sempat melakukan eksperimen yang serupa dengan ponsel yang dijual pemiliknya secara online di negara Amerika Serikat. Dalam eksperimen ini, Avast menemukan lebih dari 40.000 foto pribadi, email dan pesan teks yang belum dihapus dengan sempurna oleh penjualnya.

Kemudian pada eksperimen yang terakhir, Avast juga sempat berkonsultasi dengan pemilik toko sebelum membeli dan pemilik toko memastikan semua smartphone yang dijual telah di-reset agar kembali ke setelan pabrik dan semua data dari pemilik sebelumnya telah dihapus dengan sempurna. Padahal kenyataanya, masih banyak file yang ditemukan oleh Avast di smartphone tersebut.

Hal itu menekankan pentingnya pemilik toko untuk menghapus dan mereset smartphone sebelum menjualnya. Pemilik smartphone juga diimbau untuk menginstal perangkat lunak anti-maling (anti-theft) sebagai tindakan pengamanan bila smartphone mereka hilang atau dicuri.

Smartphone Android terbaru diyakini cukup aman dalam melakukan reset pabrik (factory reset). Namun masih banyak smartphone dengan versi Android lama yang memiliki fitur reset yang kurang baik yang masih dijual oleh pemilik toko.

Dari sejumlah penelitian itu, Avast telah menyelamatkan lebih dari 1.200 foto, terdiri atas 200 foto dengan konten dewasa, 149 foto anak-anak, 300 email, pesan teks, dan 260 riwayat di Goole. Hal itu termasuk 170 pencarian untuk konten dewasa, identitas dua pemilik sebelumnya, tiga faktur, satu kontrak kerja, dan satu video konten dewasa.

Avast mengimbau kepada pemilik smartphone yang ingin menjual smartphone Android mereka untuk menginstal aplikasi Anti-Theft yang kini banyak tersedia di Google Play secaara gratis dan menggunakan fitur through wipe untuk menghapus data secara permanen.

lowogan pekerjaan
Supervisor Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….