Pengrajin mebel Desa Sambirembe, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Darmono, 36, menyelesaikan pembuatan mebel di rumahnya, Jumat (20/3/2015). (Abdul Jalil/JIBI/Solopos) Pengrajin mebel Desa Sambirembe, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Darmono, 36, menyelesaikan pembuatan mebel di rumahnya, Jumat (20/3/2015). (Abdul Jalil/JIBI/Solopos)
Selasa, 26 April 2016 09:10 WIB Abdul Jalil/JIBI/Solopos Sragen Share :

ASAL USUL
Asale Kampung Mebel Sambirembe Sragen

Asal usul asale kali ini mengenai kampung mebel di Sambirembe Sragen.

Solopos.com, SRAGEN — Pabrik mebel PT Rakabu Sejahtera milik Presiden Jokowi belum lama ini terbakar. Pabrik tersebut berlokasi di Kalijambe Sragen.

Kawasan Kalijambe Sragen dikenal sebagai salah satu kawasan industri mebel. Desa Sambirembe, Kecamatan Kalijambe, saat ini dikenal dengan pusatnya industri mebel di Bumi Sukowati. Hampir 80% warga di desa tersebut menjadi pengrajin mebel.

Tokoh masyarakat Desa Sambirembe, Mustakim, mengatakan salah satu kampung di desa itu yang telah dikukuhkan menjadi kampung mebel, yaitu Dukuh Kaliwuluh. Pada awalnya yaitu sekitar 60 tahun yang lalu, orang tua di zaman itu memang sudah menciptakan berbagai mebel. Kemudian, kerajinan tersebut mulai menjadi salah satu penghasilan utama di desa itu.

Kerajinan mebel ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, sehingga dalam beberapa tahun terakhir, kerajinan ini mulai dikembangkan para anak muda kala itu.

“Saat ini pengrajin mebel tidak hanya ditemui di Dukuh Kaliwuluh, namun di beberapa dukuh lain di Desa Sambirembe juga mulai dikembangkan pusat mebel,” katanya kepada Solopos.com, Jumat 1 Mei 2015 lalu.

Dia juga mengatakan mebel saat ini menjadi identitas yang melekat di desa tersebut. Sejauh mana mata memandang bisa melihat berbagai aktivitas masyarakat dalam membuat mebel, seperti kursi, meja, dan produk lainnya.

Untuk itu, warga setempat berinisiatif untuk membangun sebuah gapura yang bertuliskan kampung mebel sebagai penanda dan penguat identitas desa tersebut. Menurutnya, jika di Jepara dikenal dengan kota ukir, nantinya di Sambirejo akan dikenal sebagai kota mebel.

Dia juga mengatakan sebenarnya produk mebel dari Sambirembe telah melalang buana di sejumlah daerah di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Bali. Namun, daerah ini memang kurang tersohor dibandingkan Jepara yang juga memiliki produk mebel.

“Untuk itu, dengan dikukuhkannya desa ini sebagai Kampung mebel, warga berharap masyarakat luar bisa lebih mengenal desa ini,” katanya.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
SUPERVISOR JAHIT & PENJAHIT HALUS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…