Petugas membersihkan gajah jantan dari Tegal, Panamtu, yang baru tiba di Objek Wisata Sendang Asri Waduk Gajah Mungkur (OWSAWGM) Wonogiri, Minggu (24/4/2016). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)
Senin, 25 April 2016 16:23 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

WISATA WONOGIRI
Asyik, Kini Ada Binatang Gajah di Waduk Gajah Mungkur

Wisata Wonogiri Waduk Gajah Mungkur kini dilengkapi dengan hadirnya binatang gajah.

Solopos.com, WONOGIRI – Suara sirine terdengar lirih dari kejauhan Minggu (24/4/2016) siang. Semakin lama suara terdengar kian keras. Juru parkir (jukir) Objek Wisata Sendang Asri Waduk Gajah Mungkur (OWSAWGM) Wonogiri bergegas memindahkan penghalang tempat parkir sisi barat. Tak lama berselang tiga unit mobil masuk area parkir mengiringi sebuah truk besar bermuatan dua ekor gajah. Teriakan sirine memancing perhatian para pengunjung.

“Ada gajah, ada gajah,” teriak seorang ibu kepada sejumlah anak kecil yang akan masuk ke bus.

Sekelompok pengunjung itu pun batal masuk bus. Mereka menyaksikan dua ekor gajah yang masih di bak truk. Dalam waktu sekejap ratusan pengunjung memadati area parkir. Tak lama truk menuju kandang gajah di area sisi timur. Ratusan pengunjung sudah menjadi pagar betis sambil menenteng handphone (HP). Penantian mereka berakhir saat truk gajah tiba di area utama objek wisata. Truk melaju perlahan seolah memberi kesempatan para pengunjung mengabadikan momen itu.

Hingga akhirnya gajah tiba di kandang yang sudah direnovasi sebelumnya. Pengunjung yang menunggu di sekitar kandang tak kalah antusias. Mereka menantikan proses gajah turun dari truk hingga akhirnya mandi di kandang. Sorak sorai pengunjung menggema tatkala gajah-gajah itu menyemprotkan air ke tubuh menggunakan belalai.

Gajah jantan berusia 30 tahun, Panamtu, dan gajah betina berusia 25 tahun, Sari, menjadi anggota keluarga baru di kompleks satwa di OWSAWGM. Tiga tahun sudah kandang gajah itu kosong. Gajah yang sebelumnya dirawat pengelola ditarik BKSDA Jateng karena masalah perizinan. Kini Panamtu dan Sari mengisi kekosongan dan akan memuaskan dahaga hiburan para pengunjung.

Keduanya didatangkan dari sebuah penangkaran gajah yang dikelola yayasan di Guci, Tegal, Jawa Tengah. Atas suatu pertimbangan yayasan menyerahkan gajah yang masih produktif itu kepada BKSDA Jateng. Selanjutnya BKSDA menyerahkan kedua gajah kepada pengelola OBSAWGM yang telah memiliki izin lengkap untuk dirawat dan dijadikan tunggangan bagi para pengunjung.

Tim membawa kedua gajah itu pada Sabtu (23/4/2016) pukul 22.00 WIB. Belum keluar dari Desa Guci truk rusak sehingga tim yang terdiri atas petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Tengah dan pihak pengelola OWSAWGM harus mengganti mobil pengangkut. Selama perjalanan gajah diistirahatkan tiga kali untuk memberi kesempatan makan dan minum.

Kepala UPTD OWSAWGM Wonogiri, Pardiyanto, kepada wartawan mengatakan perjalanan berjalan lancar. Dia bersyukur akhirnya Panamtu dan Sari tiba di Wonogiri dengan selamat. Syukur yang tak terkira juga karena kedua gajah disambut suka cita para pengunjung. Menurut dia hal itu sinyal positif untuk kelangsungan wisata WGM. Dia meyakini keberadaan gajah bisa menyedot pengunjung. Hal itu sebagaimana yang terjadi saat dahulu OWSAWGM masih merawat beberapa ekor gajah.
“Setelah tidak ada gajah, pada hari biasa pengunjung sekitar 100-200 orang. Pada akhir pekan 300-400 pengunjung. Dengan adanya gajah ini diharapkan bisa meningkatkan jumlah pengunjung, baik saat hari biasa maupun akhir pekan,” ucap Pardiyanto.

Pengelola sudah memiliki empat pawang gajah. Gajah akan dikandangkan terlebih dahulu beberapa hari ke depan agar beradaptasi dengan lingkungan. Lima pawang dari Tegal masih mengamati Panamtu dan Sari untuk tiga hingga 10 hari ke depan.

Pengunjung asal Karanganyar, Sri Lestari, 32, mengaku senang di OBSAWGM ada gajah lagi. Dia akan berkunjung mengajak anaknya lagi untuk melihat gajah. Sri masih penasaran karena hari itu baru melihat gajah-gajah tersebut secara singkat.

“Waktu gajah tiba saya dan rombongan mau pulang. Pas lihat gajah tiba nonton sebentar dulu. Lain waktu ke sini lagi deh,” kata dia.

 

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…