Ilustrasi biaya sekolah (Usnews.com) Ilustrasi biaya sekolah (Usnews.com)
Senin, 25 April 2016 09:10 WIB Evi Handayani/JIBI/Solopos.com Fokus Share :

TIPS KEUANGAN
Begini Cara Komunikasi ke Anak Tentang Biaya Sekolah

Tips keuangan kali ini membahas cara membicarakan masalah biaya sekolah dengan si buah hati.

Solopos.com, SOLO — Membicarakan biaya sekolah kepada anak memang susah-susah gampang, karena sering kali anak belum nyambung tentang masalah finansial orang tua. Tapi bagaimana pun, sebagai orang tua yang bijak Anda harus menjelaskan hal ini kepada buah hati.

Membicarakan mengenai finansial keluarga bersama anak, secara tidak langsung akan membantu anak tumbuh sebagai pribadi yang menghargai jerih payah orang tua, dan bisa berhemat dengan uang jajan mereka.

Menurut pakar keuangan dan penulis The Opposite of Spoiled, Ron Lieber, untuk membicarakan masalah keuangan dengan anak, Anda perlu kemampuan komunikasi yang baik. Jangan langsung memberi tahu anak semuanya, karena buah hati Anda perlu waktu untuk memahami apa yang Anda jelaskan mengenai keuangan.

Berikut, ada tiga langkah yang sebaiknya Anda ikuti, untuk mengomunikasikan masalah keuangan dengan anak.

1. Berkata Jujur
Dikutip Solopos.com dari Realsimple, Kamis (21/4/2016), jangan membuat anak bingung dan merasa terbebani dengan kebutuhan biaya sekolah mereka yang semakin lama semakin mahal. Bicarakan hal tersebut secara perlahan. Anda bisa membicarakannya ketika anak Anda masuk sekolah menengah pertama (SMP). Mulailah dengan bertanya sekolah mana saja yang ingin ia tuju setelah lulus SMP.

Dengarkan jawaban anak dan katakan yang sejujurnya tentang keterbatasan keuangan keluarga, untuk biaya sekolah saat ini. Kendati demikian, jangan mematahkan cita-cita mereka. Katakan bahwa meski keuangan keluarga terbatas, ia tetap bisa bersekolah di sekolah berkualitas baik, dengan semakin rajin belajar dan berusaha menerapkan pola hidup hemat mulai dari sekarang, untuk persiapan tabungan sekolah lanjutan mereka.

Bila anak Anda memiliki potensi kreativitas, doronglah ia untuk mengembangkan kreativitasnya tersebut agar bisa menghasilkan sesuatu yang bisa dijual. Kejujuran orang tua ini akan membuat anak belajar dewasa, mandiri, dan berempati untuk membantu orang tua.

2. Jelaskan Jenis Beasiswa
Selain berbicara jujur tentang keterbatasan finansial keluarga, jelaskan pula tentang pelbagai jenis beasiswa yang bisa anak Anda dapatkan. Mulai dari beasiswa untuk keluarga tak mampu, hingga beasiswa prestasi, yang bisa didapatkan baik dari instansi pemerintah maupun swasta. Hal ini, bisa membuat semangat belajar anak Anda terjaga, karena ia memiliki target untuk meraih beasiswa, agar orang tua tidak khawatir dengan kelanjutan jenjang pendidikan mereka.

3. Bicarakan Tentang Pinjaman
Sebagai orang tua, bicaralah jujur tentang sumber keuangan keluarga. Bila Anda memiliki pinjaman untuk menutup kebutuhan sekolah si anak, katakan saja hal itu kepadanya.

“Kami ingin kamu tahu bahwa salah satu cara keluarga kita membayar biaya sekolah adalah dengan pinjaman. Tidak menutup kemungkinan, pinjaman ini nantinya juga akan menjadi tanggung jawabmu sebagai anak sekaligus pelajar. Meski begitu, jangan takut, kita akan melewatinya bersama-sama, dan mencari jalan keluarnya,” demikian kira-kira kalimat yang sesuai untuk mengomunikasikan masalah pinjaman ini.

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…