Sejumlah anak-anak sedang membaca buku-buku koleksi taman baca RW30 Popongan Sinduadi Mlati, Minggu (24/4/2016). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja) Sejumlah anak-anak sedang membaca buku-buku koleksi taman baca RW30 Popongan Sinduadi Mlati, Minggu (24/4/2016). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 25 April 2016 08:55 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

TAMAN BACA
Warga Popongan Miliki Taman Baca

Taman baca masyarakat Dusun Popongan Desa Sinduadi Sleman diresmikan

Solopos.com, SLEMAN- Warga RW 30 Popongan Desa Sinduadi, Mlati, meresmikan taman baca dengan 800 koleksi buku. Selain untuk mengisi kegiatan positif bagi anak-anak dan remaja, keberadaan taman baca tersebut sebagai bagian dari kampanye gemar membaca.

Kepala Desa Sinduadi Senen Haryanto mengatakan, keberadaan taman baca di Popongan diharapkan mampu melahirkan generasi yang gemar membaca. Harapannya, dengan gemar membaca anak-anak dan remaja bisa pandai.

“Taman baca ini juga untuk mengisi waktu luang mereka. Daripada waktu mereka diisi dengan kegiatan yang tidak bermanfaat, dengan membaca di taman baca ini waktu mereka bisa lebih bermanfaat,” kata Senen usai meresmikan Taman Baca RW 30 Popongan, Minggu (24/4/2016).

Dijelaskan dia, buku-buku koleksi di taman baca tersebut sebagian besar berasal dari donatur warga RW 30. Mereka menyumbangkan buku-bukunya untuk membesarkan taman baca tersebut.

“Di beberapa dusun lainnya memang ada taman baca. Cuma, khusus di Popongan yang pertama kali diresmikan,” ujarnya.

Ketua RW 30 Popongan Darsim menyebut, selain peresmian taman baca tersebut warga juga menggelar kegiatan jalan sehat yang diikuti 400 lebih warga. Mereka mengitari kampung Popongan sejauh 5 km.

LOWONGAN PEKERJAAN
Administrasi ( Wanita ) & Manager ( Pria), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…