Basuki Tjahaja Purnama (JIBI/Harian Jogja/Antara/Dok.) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (JIBI/Solopos/Antara)
Senin, 25 April 2016 11:15 WIB JIBI/Solopos/Antara Politik Share :

PILKADA DKI JAKARTA
Ingatkan Amien Rais, Ahok: Saya Pernah Diberi Penghargaan Aktor Demokrasi

Pilkada DKI Jakarta yang semakin dekat kian memanas.

Solopos.com, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Purnama, yang akrab dipanggil Ahok, berbicara soal Amien Rais. Kali ini dia mengingatkan mantan ketua MPR itu, terkait penghargaan yang pernah diberikan Rais kepada dia sebagai Aktor Demokrasi Sesungguhnya.

Dia menyinggung ingatan tokoh Partai Amanat Nasional itu.

“Amien Rais… gimana yah orang tua… yah kita hargailah. Tapi saya ingatkan pada 2006 akhir waktu saya jadi bupati, dia kasih saya penghargaan sebagai Aktor Demokrasi Sesungguhnya,” kata Ahok, di Jakarta, Senin (25/4/2016).

Saat itu, kata dia, Rais memberikan dia pin emas di Ancol, Jakarta Utara, dengan menggunakan pengawalan, karena Rais baru selesai menjabat sebagai ketua MPR.

Menurut Ahok, Rais berkata pada dia saat itu, “Saya titipkan perjuangan demokrasi reformasi Indonesia kepada kamu, dan [saya] dikasih pin emas. Coba kamu ingatkan lagi mungkin dia sudah pikun,” kata Ahok.

Ahok “membongkar” memori itu kepada pers, terkait pernyataan Rais yang menilai sikap dia yang sangat arogan, senang menantang berbagi pihak, bahkan terkesan meremehkan lembaga negara, termasuk BPK terkait kasus RS Sumber Waras.

Sebelumnya, Rais di Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (24/4/2016), mengatakan, Ahok tidak layak menjadi seorang pemimpin sikapnya yang kerap “nyeleneh” dan memicu kontroversial.

“Ini bukan masalah SARA, tapi dia memang tidak layak menjadi pimpinan. Jangankan presiden, gubernur saja bagi saya kurang pantas,” kata Rais, saat menghadiri pengukuhan dan sertijab pimpinan daerah Muhammadiyah dan Aisiyah Kabupaten Temanggung, di Graha Bhumi Pala, Temanggung.

Menurut dia tidak hanya sikapnya yang keras kepala, Ahok adalah satu-satunya pemimpin yang merasa paling benar dan ingin memboyong kebenaran menurut kacamatanya sendiri.

Ia meminta semua pihak untuk bersatu menghentikan sikap kontroversial Ahok akibat kata-kata serta ucapan kotor yang kerap dilontarkannya.

Pada satu acara bincang-bincang yang disiarkan langsung stasiun televisi swasta nasional, secara emosional Ahok berkali-kali mengumpat tentang praktik korupsi di DKI Jakarta. Sampai enam kali dia mengatakan secara jelas kata yang tidak patut diutarakan di muka publik. Sampai pembawa acara, Aiman Wicaksono, mengingatkan dia bahwa saat itu disiarkan langsung dan ditonton semua kalangan termasuk anak-anak.

Hal ini sontak menimbulkan reaksi dari banyak kalangan sesudahnya, termasuk surat terbuka dari Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddik, agar dia tidak berlaku demikian lagi.

Ahok digadang-gadang akan maju ke Pilkada DKI Jakarta 2017 melalui jalur independen. Dia pernah bergabung dengan Partai Golkar di Komisi II DPR, menjadi bupati Bangka-Belitung, dan diusung Partai Gerindra sebagai wakil gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada DKI Jakarta 2012.

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…