Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (12/4/2016). Gubernur DKI yang akrab disapa Ahok tersebut memenuhi panggilan KPK untuk dimintai keterangan terkait penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan RS Sumber Waras.(JIBI/Solopos/Antara/Hafidz Mubarak A/dok) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (12/4/2016). Gubernur DKI yang akrab disapa Ahok tersebut memenuhi panggilan KPK untuk dimintai keterangan terkait penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan RS Sumber Waras.(JIBI/Solopos/Antara/Hafidz Mubarak A/dok)
Senin, 25 April 2016 20:08 WIB Adib Muttaqin Asfar/JIBI/Solopos Politik Share :

PILGUB DKI JAKARTA
Survei Populi: Kepuasan Pada Ahok Masih Tinggi, Popularitas Turun Tipis

Pilgub DKI Jakarta akan diwarnai persaingan yang makin ketat. Meski memuncaki Ahok tingkat popularitas, nama-nama pesaing juga kian naik.

Solopos.com, JAKARTA — Meski dilanda berbagai kontroversi termasuk reklamasi Teluk Jakarta dan kasus RS Sumber Waras, popularitas Gubernur DKI Jakarta belum goyah. Bahkan, kepuasan warga DKI terhadap Ahok sebagai gubernur juga meningkat di bandingkan Desember 2016.

Hal itu terlihat dari survei terakhir yang dilakukan Populi Center pada April 2016. Dalam survei itu, terlihat kepuasan terhadap kinerja Ahok sebagai gubernur DKI pada April mencapai 73,7%. Angka ini naik tipis dibandingkan tingkat kepuasan pada Februari 2016 yang mencapai 73,5%.

Masih soal Ahok, pada April 2016, tingkat kepuasan warga DKI Jakarta terhadap kepemimpinan Gubernur Ahok mencapai 81.5%. Angka ini turun tipis dibandingkan tingkat kepuasan kepemimpinan Ahok pada Februari 2016 yang mencapai 85,5%. Namun, angka ini masih lebih tinggi daripada survei Desember 2015 lalu yang hanya 77,7%.

“Tren ini meski fluktuatif, namun masih tetap berada pada level stabil karena naik dan turunnya persentase tidak signifikan,” tulis Peneliti Populi Center, Nona Evita, dalam rilis di situs Populicenter.org, Senin (25/4/2016).

Berbanding terbalik dengan kepercayaan publik terhadap Ahok, mayoritas responden survei ini menyatakan tidak puas dengan dengan
kinerja DPRD DKI Jakarta dan merasa bahwa DPRD DKI tidak mewakili aspirasi rakyat. Meski demikian, ketidak puasan ini menurun dibandingkan dari Februari 2016.

Sedangkan untuk tingkat popularitas, Ahok masih berada di posisi paling atas, namun turun dibandingkan survei Februari 2016. Sedangkan popularitas calon-calon lainnya cenderung naik.

Ahok 98,5% (April 2016), 99,2% (Februari 2016)
Ahmad Dhani 96% (April 2016), 93,5% (Februari 2016)
Dede Yusuf 88,5% (April 2016)
Yusril Ihza Mahendra 83,5% (April 2016), 78% (Februari 2016)
Abraham Lunggana 68,5% (April 2016), 67,8% (Februari 2016)
Sandiaga Uno 44,5% (April 2016), 23,8% (Februari 2016)
Ganjar Pranowo 43,8% (April 2016)

Jika dilakukan head to head Ahok melawan Yusril Ihza Mahendra atau Sandiaga Uno atau Adhyaksa Dault saat ini, Ahok masih unggul. Namun, elektabilitas Ahok turun dibandingkan dengan survei pada Februari 2016 lalu. Sedangkan elektabilitas Yusril dan Sandiaga terus naik.

Ahok vs Yusril Ihza Mahendra
56% vs 23,8% (April 2016)
63,8% vs 19% (Februari 2016)

Ahok vs Sandiaga Uno
61% vs 13,2% (April 2016)
68% vs 7,2 (Februari 2016)

Ahok vs Adhyaksa Dault
62,2% vs 13% (April 2016)
65,5% vs 15,5% (Februari 2016)

Sedangkan jika diukur elektabilitas top mind tentang siapa yang paling layak dipilih jadi Gubernur saat ini, elektabilitas Ahok kian naik. Berikut hasilnya:

Ahok: 50% (April 2016), 49,5% (Februari 2016), 39% (Desember 2015)
Yusril: 5% (April 2016), 3% (Februari 2016)
Sandiaga Uno: 1,5% (April 2016)
Adhyaksa Dault: 1,5% (April 2016)
Ridwan Kamil: 1% (April 2016), 7% (Februari 2016), 14,5% (Desember 2016)
Belum memutuskan/tidak tahu: 32,8%

“Sementara itu, untuk penilaian terhadap 14 tokoh, hanya Abraham Lunggana (Haji Lulung) dan Ahmad Dhani yang masuk dalam top five untuk popularitas, namun memiliki penilaian negatif lebih banyak dibanding penilaian positif. Ini artinya Haji Lulung dan Ahmad
Dhani popular karena penilaian negatifnya, sementara tokoh lain popular karena dinilai positif oleh masyarakat Jakarta.”

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…