Pengendara sepeda motor melintas di jembatan saluran irigasi sekunder Colo Timur di Kelurahan Jombor, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Minggu (30/8/2015). Saluran tersebut merupakan salah satu bagian yang akan ditutup dan dijadikan city walk. (Rudi Hartono/JIBI/Solopos) Pengendara sepeda motor melintas di jembatan saluran irigasi sekunder Colo Timur di Kelurahan Jombor, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Minggu (30/8/2015). Saluran tersebut merupakan salah satu bagian yang akan ditutup dan dijadikan city walk. (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)
Senin, 25 April 2016 22:40 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

PERTANIAN SUKOHARJO
Duh, 14 Saluran Pembuang Irigasi Penuh Sampah

Irigasi Sukoharjo dipenuhi sampah yang dibuang sembarangan.

Solopos.com, SUKOHARJO–Sebanyak 14 saluran pembuang irigasi Colo Timur dipenuhi sampah yang dibuang sembarangan setiap hari. Kondisi ini menghambat aliran air di sepanjang Colo Timur yang berimplikasi pada pasokan air ke lahan pertanian.

Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Saluran Colo Timur, Sarjanto, mengatakan berbagai jenis sampah memenuhi saluran pembuang irigasi Colo Timur. Sampah itu berupa plastik, dedaunan dan rumah tangga. Imbasnya, air di sepanjang Colo Timur tak dapat mengalir lancar otomatis menggangu pasokan air ke lahan pertanian.

“Seluruh saluran pembuang irigasi dipenuhi sampah. Anggota kami selalu membersihkan sampah itu setiap pagi hari,” kata dia, saat ditemui Solopos.com di Sukoharjo, Senin (25/4/2016).

Biasanya, sampah itu dibuang sembarang oleh orang tak bertanggung jawab pada malam hari. Mayoritas merupakan masyarakat yang tak berdomisili di dekat saluran irigasi Colo Timur. Mereka mengendarai sepeda motor kemudian berhenti beberapa saat untuk membuang kantong plastik berisi sampah. “Saya pernah membersihkan satu karung goni yang menutup aliran air di saluran pembuang irigasi. Setelah saya buka ternyata berisi bulu ayam potong. Bisa jadi, karung goni berisi sampah itu dibuang pada malam hari,” ujar dia.

Pria yang akrab disapa Jigong ini mengungkapkan telah memasang papan peringatan larangan membuang sampah di 14 lokasi di sepanjang saluran Colo Timur. Namun, papan peringatan itu tak digubris masyarakat. Mereka tetap seenaknya membuang kantung plastik atau karung berisi sampah.
Jigong telah berkoordinasi dengan anggota P3A Saluran Colo Timur untuk membahas permasalahan sampah yang dibuang sembarangan.

“Pekan depan, kami akan melakukan ronda keliling pada malam hari. Anggota kami akan berkeliling memantau setiap saluran pembuang irigasi secara bergiliran,” jelas dia.

Lebih jauh, Jigong menambahkan bakal berkoordinasi dengan instansi terkait ihwal pemberian sanksi bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan di sungai atau saluran irigasi. Hal itu merupakan efek jera sehingga pelanggar tak lagi mengulangi perbuatannya membuang sampah di sungai. “Harus ada sanksi bagi pelanggar karena membuang sampah sembarangan di sungai dapat mengakibatkan bencana banjir.”

Di sisi lain, seorang warga Desa Toriyo, Kecamatan Bendosari, Nanang Setyawan, 32, mengatakan sanksi bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan di sungai perlu diterapkan. Hal ini dilakukan agar masyarakat sadar untuk tak membuang sampah sembarangan terutama di sungai.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…