Rektor Undip, Prof Yos Johan Utama, melantik tiga guru besar pada rapat senat akademik terbuka di Gedung Prof Soedarto, kampus Undip Tembalang, Semarang, Sabtu (23/4/2016). (JIBI/Semarangpos.com/Insetyonoto)
Senin, 25 April 2016 20:50 WIB Insetyonoto/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PERGURUAN TINGGI SEMARANG
Ini Tiga Guru Besar Baru Undip

Perguruan tinggi Semarang, yakni Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, baru saja melantik tiga guru besar baru.

Solopos.com, SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) Semarang memiliki tiga guru besar baru. Ketiga guru besar baru itu, yakni Profesor (Prof) Joko Priyono dan Prof Retno Saraswati dari Fakultas Hukum (FH), serta Prof Djoko Suprapto dari Fakultas Kelautan dan Ilmu Perikanan (FKIP).

Pelantikan ketiga guru besar baru itu dilakukan Rektor Undip, Prof Yos Johan Utama, pada rapat senat akademik terbuka di Gedung Prof Soedarto, kampus Undip Tembalang, Semarang, Sabtu (23/4/2016).

Rektor Undip dalam sambutanya menyatakan guru besar merupakan jabatan tertinggi akademik sehingga diharapkan mampu menjalankan amanat dan berkontribusi penuh dibidang pendidikan.

“Para guru besar yang baru dilantik agar mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia pendidikan dan menjawab permasalah yang sedang terjadi saat ini,” kata Yos.

Sementara itu, Joko Priyono dalam pidato pengukuhan guru besar dengan tema Perdagangan Jasa Profesional Asean: Tantangan Bagi Pendidikan Tinggi, menyatakan dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean [MEA] pada 2016 maka ada dua hal yang nantinya saling berhadapan dalam pasar Asean yakni kehadiran firma hukum asing dan advokat asing dengan firma hukum dan advokat domestik.

Untuk itu, kata dia, perguruan tinggi dan asosiasi profesi sebagai produsen profesionlitas jasa profesionl memiliki tanggungjawab untuk menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing pada level regional Asean.

“Beban dan tanggung jawab Fakultas Hukum cukup besar di dalam mempersiapkan lulusannya, padahal sistem pendidikan hukum kita masih ambigius, mau ke arah pendidikan hukum akademis atau profesional,” ujar dia.

Sedangkan Retno Saraswati dalam pidato pengukuhannya mengambil tema Daulat Presiden dalam Kabinet Presidensial. Sementara, Djoko Suprapto dalam pidato pengukuhan mengambil tema Peran Ekofisilogi Akuatik dalam Peningkatan Produksi Sumber Daya Bivalvia.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…