Stan BNI Syariah pada Expo iB Vaganza 2015 di Malioboro Mall Jogja yang digelar sejak Kamis (10/12) hingga Minggu (13/12). (ABdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja) Stan BNI Syariah pada expo iB Vaganza 2015 di Malioboro Mall Jogja yang digelar sejak Kamis (10/12) hingga Minggu (13/12). (ABdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 25 April 2016 13:40 WIB Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PERBANKAN
Laba BNI Syariah Tumbuh Lebih dari 64%

Hal itu dipengaruhi pertumbuhan ekonomi global yang melambat.

 

 

Solopos.com, JOGJA-BNI Syariah menunjukkan kinerja triwulan pertama 2016 yang baik. Hal itu ditunjukkan dari pertumbuhan laba selama triwulan pertama 2016 lebih dari 64%.

Plt Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono mengungkapkan, kondisi ekonomi 2016 belum menunjukkan perbaikan yang cukup berarti. Hal itu dipengaruhi pertumbuhan ekonomi global yang melambat. “Namun, tahun ini kinerja BNI Syariah dibuka dengan cukup baik,” papar dia, Rabu (20/4/2016).

Kinerja baik itu ditunjukkan oleh beberapa indikator yang berjalan sesuai rencana. Ia menyebutkan, profitabilitas triwulan pertama 2016 tercapai sebesar Rp75,18 miliar atau naik sebesar 64,62% dibanding tahun sebelumnya Maret 2015 sebesar Rp45,67 miliar. Pertumbuhan laba tersebut disokong oleh ekspansi pembiayaan yang didukung dengan kualitas pembiayaan yang terjaga serta rasio dana murah yang lebih baik, di sisi lain operasional efisiensi juga terus membaik.

“Dengan semangat ber-hasanah 2016, kami bersyukur kinerja BNI Syariah triwulan pertama berjalan baik,” ungkap diq.

Hal ini ditandai dengan pertumbuhan aset sebesar 20,35% dari Maret 2015 sebesar Rp20,50 triliun menjadi Rp24,67 triliun. Pertumbuhan aset didorong oleh pertumbuhan pembiayaan sebesar 14,95% dan pertumbuhan dana pihak ketiha (DPK) sebesar 20,07% dari tahun sebelumnya pada periode yang sama.

Sementara itu, dari total pembiayaan sebesar Rp18,04 triliun sebagian besar merupakan pembiayaan konsumtif 53,18%, disusul oleh pembiayaan produktif/SME 22,2%, pembiayaan komersial 16,75%, pembiayaan mikro 5,69%, dan pembiayaan kartu Hasanah Card 2,15%. Untuk pembiayaan konsumtif tersebut sebagian besar portofolio pembiayaan adalah BNI Griya iB Hasanah sebesar 85,99%. Pencapaian kinerja bisnis tersebut tetap memperhatikan kualitas pembiayaan dimana kredit bermasalah (NPF) triwulan pertama 2016 tetap terjaga di level 2,77%.

“Seiring dengan pertumbuhan pembiayaan, pertumbuhan DPK meningkat sebesar 20,07 persen dari tahun sebelumnya atau tumbuh sejumlah Rp3,49 triliun dengan rasio Tabungan dan Giro [CASA] sebesar 45,06 persen,” ungkap dia.

lowongan pekerjaan
QUALITY CONTROL & ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu terakhir ini beredar…