Foto ilustrasi (Antarafoto) Foto ilustrasi (Antarafoto)
Senin, 25 April 2016 15:55 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

PENYALAHGUNAAN NARKOBA
Ribuan Anak Muda di DIY Coba-Coba Narkoba

Penyalahgunaan narkoba di DIY mengkhawatirkan karena dilakukan oleh anak muda

Solopos.com, JOGJA-Kepala Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) DIY Komisaris Besar Polisi Soetarmono mengatakan kontribusi terbesar penyalahgunaan narkoba di DIY adalah pekerja lulusan SMA dan mahasiswa.

“Mahasiswa sasaran empuk [jadi pengedar narkoba] karena biar ada bekal untuk kuliah bayar kos dan untuk hidup di Jogja,” kata Soetarmono, Jumat (22/4/2016) pekan lalu.

Data penyalahgunaan narkoba di DIY pada 2015 lalu tercatat 60.182 orang. Dari 60.182 orang penyalahgunaan narkoba tersebut, 23.028 orang di antaranya usia muda yang masih coba-coba bersentuhan dengan narkoba, sisanya pengguna yang teratur melalui jarum suntik dan tanpa jarum suntik.

Banyaknya pengguna narkoba di DIY menempatkan DIY dalam rangking ke delapan setelah DKI Jakarta. Namun demikian, Soetarmono menyatakan, data penyalahgunaan narkoba pada 2015 itu sudah berkurang dibanding 2014 yang mencapai 62.028 orang (rangking 5 nasional). Sebanyak 83.952 penyalahguna di 2011, dan 68.981 orang (2008).

Sementara total penyalahgunaan narkoba yang sudah direhabilitasi jumlahnya hanya 1.300an. menurut Soetarmono butuh waktu lima puluh tahun untuk membebaskan DIY dari penyalahgunaan narkoba.

Karena itu, pemberantasan jaringan narkoba terus dilakukan BNNP DIY. Selama 2016 sampai pertengahan april ini, sudah 7 kasus penyalahgunaan narkoba yang diungkap BNNP DIY, dengan total tersangka 15 orang, satu tersangka di antaranya adalah warga Nigeria berinisial NL.

Sementara selama 2015 sampai Juni lalu, BNN DIY telah mengungkap enam kasus penyalahgunaan narkoba yang memiliki jaringan internasional dan nasional. Lima kasus diungkap di tahun 2014, dan dua kasus di tahun 2013.

Sebelumnya pada September 2015 lalu, BNNP juga berhasil membekuk warga Nigeria berinisial M di salah satu hotel di Jalan Taman Siswa, Jogja. M ditangkap bersama istrinya berinisial D saat membawa sabu-sabu sebanyak 2,75 kilogram.

Soetarmono berujar peredaran narkoba yang masuk ke DIY dalam jumlah banyak dipasok dari luar negeri, di antaranya dari jaringan Taiwan dan Afrika. Kepastian itu diperoleh dari keterangan jaringan yang sudah tertangkap. “Mengacu pada jaringan Taiwan dan Afrika,” kata Soetarmono.

lowongan pekerjaan
Pengawas, Estimator, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Gerai Matahari dan Penjualan Kembali ke Fungsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (22/9/2017). Esai ini karya Flo. Kus Sapto W., seorang praktisi pemasaran. Alamat e-mail penulis adalah floptmas@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Berita akan ditutupnya dua gerai Matahari di Pasaraya Manggarai dan Blok M, Jakarta, cukup menarik…