Senin, 25 April 2016 10:55 WIB Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Pembangunan Daerah Harus Libatkan Peran Anak Muda

Pembangunan daerah seharusnya melibatkan peran anak muda

Solopos.com, KULONPROGO-Generasi muda memegang peranan penting terhadap percepatan kemajuan pembangunan daerah. Mereka harus lebih diberi ruang agar semakin termotivasi berkarya di daerah sendiri.

Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DIY, Novida Kartika Hadi mengatakan, selama ini banyak anak muda Kulonprogo yang merantau ke luar daerah, bahkan luar negeri. Mereka meyakini jika kesuksesan lebih mudah diraih jika mereka berani pergi dari Kulonprogo. “Tetap di Kulonprogo, ikut membangun daerah,” ungkap Novida, Sabtu (23/4/2016).

Novida berpendapat, menjadi sukses di Kulonprogo bukanlah hal mustahil. Dia mengungkapkan pengalaman pribadinya saat mulai membangun bisnis konstruksi pada 2003 silam.

Meski awalnya terlihat meragukan, pada akhirnya dia bisa sukses dan memperluas jaringan usaha. Novida kemudian juga menyontohkan sekumpulan anak muda yang menjadi juru foto di obyek wisata Kali Biru. Mereka bisa mendapatkan penghasilan sekaligus kesempatan mengembangkan diri di bidang fotografi.

Potensi yang dimiliki setiap desa semestinya bisa dimanfaatkan dan dikelola masyarakat setempat, termasuk kalangan generasi muda. Jiwa kewirausahaan perlu ditumbuhkan, misalnya melalui karang taruna maupun gerakan pemuda lainnya.

“Dalam waktu dekat kami akan meluncurkan Gerbong Pemuda, wadah untuk gerakan pemuda Kulonprogo biar lebih dilibatkan dalam pembangunan daerah,” ujar Novida.

Menurut Novida, generasi muda harus ikut mengawal laju investasi yang bakal semakin pesat dengan adanya pembangunan bandara di Kulonprogo. Jika tidak, masyarakat Kulonprogo dikhawatirkan hanya jadi penonton saat investor berbondong-bondong datang.

“Anak muda harus diberi kesempatan untuk berperan dalam dalam pembangunan. Kalau tidak, siapa nanti penerusnya? Jangan sampai malah orang luar daerah,” ucap pria yang juga sedang mengikuti seleksi calon kepala daerah melalui PDI Perjuangan itu.

Koordinator Banteng Muda Indonesia (BMI) Kulonprogo, Fajar Gegana mengungkapkan, gerakan pemuda di Kulonprogo cenderung belum terkoordinir dan saling berinteraksi. Jika ada wadah gerakan pemuda terpadu, mereka diharapkan lebih mudah terlibat secara langsung dalam pembangunan termasuk pada penyusunan kebijakan pemerintah.

“Kami dari kalangan pemuda sangat berharap Gerbong Pemuda bisa mewujudkan adanya perwakilan anak di ranah eksekutif,” kata Fajar.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.NSC FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…