Luhut Binsar Pandjaitan (JIBI/Harian Jogja/Dok.) Luhut Binsar Pandjaitan (JIBI/Harian Jogja/Dok.)
Senin, 25 April 2016 21:30 WIB Lavinda/JIBI/Bisnis Hukum Share :

Panama Papers Sebut Luhut Pandjaitan, JK
Belum Tentu Kriminal

Panama Papers menyebut nama Luhut Pandjaitan sebagai direktur Mayfair Internasional, perusahaan cangkang di Seychelles, meski dibantah.

Solopos.com, JAKARTA — Munculnya nama Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopulhukam) Luhut Binsar Pandjaitan dalam Panama Papers menuai tanggapan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurut dia, nama-nama yang tercantum dalam dokumen Panama Papers tak berarti terlibat kejahatan atau tindak kriminal.

Menanggapi pemberitaan sebuah majalah yang mengungkapkan keterlibatan sejumlah pejabat Tanah Air, JK menegaskan sebaiknya semua pihak tak langsung melakukan vonis bahwa nama yang tercantum dalam dokumen adalah penjahat.

“Bahwa ada yang menyembunyikan uang itu memang ada dan tentu salah, tapi tidak berarti semua nama yang masuk itu salah dan langsung kriminal,” ujarnya di Kantor Wakil Presiden, Senin (25/4/2016) sore.

Selama pengusaha itu bekerja dengan normal, yakni mencari pembiayaan atau rekan kerja dari luar negeri untuk masuk ke sistem ekonomi nasional, maka tidak ada masalah, bahkan justru dibutuhkan. Sebaliknya, kata JK, kesalahan timbul jika dana disimpan ke luar negeri untuk menghindari pajak.

“Pengusaha banyak masuk di sana justru untuk mencari modal dan bawa ke dalam negeri karena waktu itu krisis. Yang salah kalau tidak bayar pajak tapi simpan ke luar negeri,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, JK juga mengatakan bahwa Luhut Pandjaitan sudah menyampaikan klarifikasi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan dirinya terkait namanya dalam laporan Panama Papers. “Perlu klarifikasi ke publik juga. Pak Luhut sampaikan kepada saya masalahnya, ke Presiden otomatis sudah, sampaikan begini keadannya,” sambungnya.

Penelusuran tim investigasi majalah Tempo menemukan nama Luhut Binsar Pandjaitan dalam dokumen The Panama Papers. The Panama Papers adalah bocoran dokumen dari firma hukum Mossack Fonseca. Kantor pengacara yang berbasis di Panama ini terkenal memiliki spesialisasi membuat perusahaan offshore rahasia di kawasan suaka pajak, seperti British Virgin Islands.

Nama Luhut tercantum sebagai Direktur Mayfair International Ltd. Perusahaan offshore ini didirikan pada 29 Juni 2006. Dalam dokumen Panama Papers, nama pemilik Mayfair adalah dua perusahaan, yaitu PT Persada Inti Energi dan PT Buana Inti Energi.

Dalam akta pendiriannya, Mayfair disebut beralamat di Suite 13, First Floor, Oliaji Trade Centre, Francis Rachel Street, Victoria, Mahe, Seychelles. Ini negara kepulauan bekas jajahan Inggris yang bersebelahan dengan Pulau Madagaskar, terpencil di tengah Samudra Hindia, atau sekitar 1.600 kilometer sebelah timur daratan Afrika.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.NSC FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…