Ilustrasi obat (JIBI/Harian Jogja/Reuters) Ilustrasi obat (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Senin, 25 April 2016 16:40 WIB JIBI/Solopos/Newswire Peristiwa Share :

OBAT ILEGAL
Awas, BPOM Temukan Perusahaan Farmasi Edarkan Obat Ilegal

Obat ilegal, masyarakat diminta waspada peredaran obat ilegal.

Solopos.com, JAKARTA–Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Roy Alexander Sparringa mengungkapkan adanya industri farmasi resmi yang memproduksi dan mendistribusikan obat secara ilegal.

“Ada obat tradisional ditambahkan bahan kimia obat, yang kemudian ditelusuri dapat dari mana [bahan kimia obat] dan mengarah pada industri farmasi,” kata Roy seperti dilansir Antara, Senin (25/4/2016).

Sementara, Kepala Bagian Kejahatan Internasional Mabes Polri Kombes Pol Puji Sarwono menjelaskan temuan pabrik farmasi legal tersebut dari pengembangan kasus 2013.

Puji menjelaskan pelaku pencampuran obat tradisional dengan bahan kimia obat jenis phenylbutazone, dexamethasone, dan paracetamol mendapat pasokan bahan dari produsen obat di daerah Jawa Timur.

“Sekitar 2013 kami melakukan operasi di pabrik ilegal obat tradisional di Tangerang. Kami menemukan phenylbutazone, dexamethasone, dan paracetamol sebanyak 166 ribu tablet. Setelah lakukan pendalaman dari situ kami dapat informasi produk tersebut didapat dari sebuah pabrik di daerah Jawa Timur, selama sembilan bulan kami menelusuri dapatlah sebuah pabrik yang disebutkan,” kata Puji.

Namun dia belum mau mengungkap nama perusahaan industri farmasi tersebut dengan alasan masih dalam tahap penyidikan.

Roy menjelaskan pabrik farmasi resmi tersebut memproduksi dan menyimpan produk obat ilegal di sarana atau gudang penyimpanan ilegal. “Industrinya legal tapi sarananya, gudang-gudangnya ilegal,” jelas Roy.

Selanjutnya obat-obatan ilegal tersebut didistribusikan ke pasaran melalui pedagang besar farmasi menggunakan dokumen palsu, termasuk memasok pada produsen obat tradisional ilegal.

Obat-obatan tradisional yang dicampurkan dengan bahan kimia memiliki dampak serius bagi kesehatan seperti luka pada lambung, pembengkakan bagian tubuh untuk jangka pendek. Sedangkan efek jangka panjang obat tradisional yang dicampurkan bahan kimia adalah gangguan darah, fungsi hati, dan fungsi ginjal.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…