Ilustrasi narkoba (Dok/JIBI/SOLOPOS)
Senin, 25 April 2016 12:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

NARKOBA PONOROGO
Jual Obat Terlarang, Petani Balong Diringkus Polisi

Narkoba Ponorogo, polisi meringkus pengedar obat-obatan terlarang di wilayah Kota Reog.

Solopos.com, PONOROGO — Seorang petani asal Desa Bajang, Kecamatan Balong, Ponorogo, Muhammad Hudlori, 22, terpaksa meringkuk di penjara Mapolres Ponorogo. Ia ditangkap polisi setelah kedapatan menjual ratusan butir pil jenis dobel L dan dextro.

Kapolres Ponorogo, AKBP Ricky Purnama, mengatakan polisi kembali berhasil meringkus pelaku yang diduga mengedarkan obat-obatan terlarang dan berbahaya di Kota Reog.

Pelaku yang berhasil ditangkap petugas yaitu Muhammad Hudlori yang merupakan petani dari Desa Bajang pada Sabtu (23/4/2016) sekitar pukul 19.00 WIB.

Ricky mengatakan pada awalnya polisi mendapatkan informasi mengenai di Desa Bajang sering digunakan untuk transaksi obat-obatan terlarang seperti pil dobel L dan dextro.

Saat dilakukan penyelidikan, polisi terlebih dahulu mengamankan pembeli pil tersebut dengan kedapatan membawa 17 butir pil dobel L berwarna putih.

Atas informasi dari pembeli itu, selanjutnya polisi melakukan penangkapan pelaku yang mengedarkan pil terlarang itu.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan 300 butir pil dobel L dan 17 butir pil dextro. Kemudian polisi membawa pelaku beserta barang bukti ke Mapolsek Balong untuk dimintai keterangan.

Menurut Ricky, perbuatan pelaku dalam mengedarkan obat-obatan terlarang itu tidak mendapatkan izin dari pemerintah maupun dinas terkait. Sehingga, peredaran obat-obatan terlarang itu bisa dikatakan ilegal.

“Pelaku mengedarkan obat-obatan terlarang itu tidak memenuhi standard an keamanan kesehatan seperti penjelasan dalam pasal 196 UU No. 36/2009 tentang Kesehatan. Pelaku merupakan seorang lulusan SLTP dan saat ini bekerja sebagai petani,” jelas dia dalam siaran pers yang diterima Madiunpos.com, Minggu (24/4/2016).

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…