Salah satu narasumber Doni Supriyadi saat berbagi pengalaman usahanya dalam seminar bertajuk Kun Fayakuun for Business Lebih dari Bussiness is Bussines yang digelar di Hall Yudhistira Gedung Jogja Expo Center, Minggu (24/4/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja) Salah satu narasumber Doni Supriyadi saat berbagi pengalaman usahanya dalam seminar bertajuk Kun Fayakuun for Business Lebih dari Bussiness is Bussines yang digelar di Hall Yudhistira Gedung Jogja Expo Center, Minggu (24/4/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 25 April 2016 10:20 WIB Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

KUNCI SUKSES
4 Pengusaha Muslim Berbagi Kunci Sukses Usaha dengan Sedekah

Kunci sukses berusaha menjadi hal yang ingin diketahui oleh kebanyakan orang

Solopos.com, BANTUL- Kekuatan doa dan kehendak Allah dalam “kun fayakun” sangat mujarab dalam mendukung seseorang melakukan usaha bisnisnya atau wirausahanya. Selain itu, ibadah seseorang harus seimbang dengan kegiatan usaha yang dilakukan, ini karena kekuatan ibadah seseorang pun bisa membuat bisnis atau usahanya lebih maju karena adanya pertolongan Allah.

Jika selama ini banyak pengusaha yang hanya menjalankan usahanya dengan mengejar target atau sekedar mengejar pemasukan, hal tersebut sangatlah bertolak belakang dengan tema Seminar Kun Fayakuun for Business Lebih dari Bussiness is Bussines, yang digelar PPPA Daarul Quran di Hall Yudhistira Gedung Jogja Expo Center (JEC), Minggu (24/4/2016).

Ketua Panitia Seminar Krisna Eby Dewantara mengtakan seiring dengan semakin banyaknya pengusaha muslim , maka saat ini sudah seharusnya pola pikir para pengusaha tersebut dirubah menjadi pola pikir yang lebih mengedepankan Allah.

“Ada sebuah hal yang lebih penting dari apa yang kita dapat selama kita usaha, yaitu kita tidak boleh mengesampingkan Allah yang telah memberikan semua rezeki tersebut kepada kita, dengan cara apa, dengan cara sedekah tentunya,” katanya saat ditemui disela-sela seminar.

Dalam kesempatan kali itu seminar yang dihadiri hampir 500 peserta tersebut, pihak panitia menghadirkan empat narasumber yakni Doni Supriyadi, Saptuari Sugiharto, Kaelesha Afiati, dan Amelia Elle. Mereka-meraka ini adalah para pengusaha yang sudah sukses di bidang masing-masing dan akan siap berbagi ilmu dengan para peserta seminar.

Salah satu narasumber Doni Supriyadi, mantan seorang vokalis band metal asal bandung ini berbagi cerita hidupnya yang berhijrah dari dunia hitam menuju seorang yang lebih baik dan berada di jalan Allah.

“Sebelum menjadi pengusaha Baso, dahulu memang saya seorang vokalis band metal, menjadi vokalis dengan dunia band yang cenderung dekat dengan minuman keras dan hal-hal negatif membuat saya merasa sangat jauh dari Tuhan,” ujarnya pada saat mengisi seminar.

“Kemudian pada tahun 2012 seperti mendapatkan titik balik yang luar biasa ternyata Tuhan masih memberi saya kekuatan untuk bertaubat hingga akhirnya saya berhijrah dan menjalankan ajaran agama saya dengan lebih terarah lagi,” lanjutnya.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…