Kios Jangkar Camp. (Istimewa) Kios Jangkar Camp. (Istimewa)
Senin, 25 April 2016 07:20 WIB Holly Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

KISAH INSPIRATIF
Bisnis Persewaan Alat "Camping" Sambil Edukasi Aktivitas "Outdoor" Aman

Kisah inspiratif datang dari empat mahasiswa yang menjalankan bisnis persewaan alat camping

Solopos.com, JOGJA- Bisnis persewaan alat camping tak sekedar usaha yang mendatangkan keuntungan semata.

Hal ini dibuktikan oleh empat mahasiswa di Jogja yang menjalani bisnis tersebut. Keempatnya adalah Ilham Fathul Ilal, Rembakayasa, Tazuz Sobirin dan Yan Wahyu.

Mereka merasa perlu juga mengedukasi pelanggan tentang keamanan saat melakukan travelling, misalnya mendaki gunung.

Ilham memaparkan, bukan sekali saja dirinya mendapati pelanggannya tak kunjung mengembalikan peralatan yang disewa. Ada berbagai alasan yang melatarbelakangi, di antaranya karena kurangnya pemahaman tentang pentingnya keamanan diri saat melakukan aktifitas ekstrem. Sebagian besar adalah mahasiswa baru yang umumnya tidak memahami keselamatan diri saat mendaki dan penggunaan alat.

“Pernah ada pelanggan kami yang mestinya sewa peralatan dua hari, selama seminggu tidak ada kabar. Sebelum menyewakan alat, biasanya kami akan tanya dan catat, pelanggan kami itu mau bepergian ke mana. Karena tidak ada kabar, kami coba kontak ke pos pendakian yang ditujunya. Ternyata pelanggan kami itu sakit saat mendaki,” ungkap Ilham.

Edukasi kepada pelanggan sudah menjadi agenda wajib Jangkar Camp. Pasalnya, banyak di antara pelanggannya yang juga sebelumnya belum pernah mendirikan tenda atau sekedar ikut-ikutan tren travelling semata. Selain edukasi peralatan, dirinya juga memberikan pemahaman pada peralatan yang akan digunakan.

Bahkan, sembari promosi, edukasi tentang keselamatan diri saat travelling juga kerap kali disampaikan Ilham, Remba, Tazuz, Yan dan timnya di sela acara mahasiswa pecinta alam maupun komunitas traveller. Dari sinilah, pangsa pasar penyewa alat-alat outdoor kian meluas.

“Promosi kami tidak hanya dari mulut ke mulut dan sosial media. Kami juga selalu ikut serta di acara-acara outdoor yang diselenggarakan anak-anak mapala kampus hingga komunitas-komunitas outdoor,” imbuh Ilham.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…