Kios Jangkar Camp. (Istimewa) Kios Jangkar Camp. (Istimewa)
Senin, 25 April 2016 06:20 WIB Holly Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

KISAH INSPIRATIF
Berawal dari Hobi Naik Gunung, 4 Mahasiswa Ini Sukses Bisnis Persewaan Alat "Camping"

Kisah inspiratif datang dari empat mahasiswa di Jogja, yang merintis bisnis dari hobi

Solopos.com, JOGJA– Piknik, jalan-jalan, hingga berpetualang seolah sudah menjadi gaya hidup baru yang makin digandrungi oleh semua kalangan. Namun, tren ini semakin dilirik oleh para pelaku usaha persewaan alat-alat outdoor di berbagai daerah.

Berawal dari hobi berpetualang mendaki sejumlah gunung, membuat empat sekawan asal Bogor ini mencoba memetik pundi-pundi untung dengan menyewakan peralatan outdoor pribadi.

Keempatnya adalah Ilham Fathul Ilal, Rembakayasa, Tazuz Sobirin dan Yan Wahyu. Hijrah ke Jogja untuk mengenyam pendidikan, tak pernah terpikirkan untuk memiliki usaha dari hobi mereka yang dilabeli dengan nama Jangkar Camp.

“Tadinya kami berempat ini suka sekali mendaki gunung. Namun, sudah setahun ini kami vakum untuk konsen kuliah. Kami berpikir, kenapa tidak memanfaatkan peralatan outdoor pribadi ini untuk disewakan, daripada tidak terpakai,” ujar Ilham saat ditemui di salah satu kios Jangkar Camp, Kamis (21/4/2016).

Usaha ini kali pertama dirintis akhir tahun 2014 dari sebuah rumah kos. Beberapa peralatan outdoor mencoba dipromosikan dari mulut ke mulut, dari teman kampus hingga meluas ke media sosial. Ternyata respon masyarakat sangat baik dan dari modal perlengkapan pribadi, kini keempat pemuda ini sukses meraup untung dari bisnis persewaan alat-alat outdoor di Jogja.

Dari rumah kos yang sempit, berkat suntikan modal dari orang tua salah satu dari mereka, sebuah kios sederhana di Jalan Nogorojo nomor 11, Gowok dijadikan basecamp bisnis mereka. Ilham mengatakan, kala itu modal yang disuntikan kurang lebih sekitar Rp15 juta. Sekarang bisnis ini sudah memiliki satu kios lagi di Jalan Ambarbinangun nomor 99, Tirtonirmolo, Sleman.

“Awalnya kami tidak punya banyak barang baru, karena lebih dari separuh perlengkapan outdoor yang kami sewakan adalah milik pribadi. Baru setelah peminatnya banyak, kami mulai memperbanyak peralatan, tidak hanya untuk yang disewakan tetapi juga yang dijual,” jelas mahasiswa semester akhir STIMIK AKAKOM ini.

Awalnya persewaan alat-alat outdoor hanya diminati kalangan pecinta alam, seperti Mapala. Seiring berjalannya waktu, konsumen persewaan alat outdoor mulai bergeser ke sejumlah kalangan. Menikmati alam dengan cara-cara pecinta alam, seperti berkemah dan mendaki mulai dilirik jadi hobi masa kini.

Secara otomatis peralatan seperti tenda, tas carrier, peralatan memasak atau nesting, busana khusus para pendaki mulai diburu banyak orang. Bagi penggemar travelling yang tidak memiliki budget lebih, menyewa adalah pilihan tepat untuk bisa mewujudkan hobinya. Harga sewa tenda saja dipatok mulai dari Rp25.000 hingga Rp50.000 yang paling mahal tergantung tipe tenda.

Selain itu, masih ada perlengkapan nesting hingga peralatan mendaki yang harga sewanya juga sesuai dengan kantong pelajar, mahasiswa hingga umum. Tidak mengherankan apabila usaha persewaan alat outdoor di Kota Pelajar ini kian menjamur.

“Memang banyak sekali, kebetulan kami tergabung di perhimpunan pengusaha persewaan alat outdoor. Anggotanya ada 25 pengusaha di bidang ini, sedangkan di luar perhimpunan jumlahnya total ada 40 usaha lebih,” ungkap Ilham.

lowongan pekerjaan
EDITOR MATEMATIKA (Fulltime), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….