Kegiatan bersih-bersih Kali Code oleh puluhan relawan, Rabu (30/3/2016) pagi. (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja) Kegiatan bersih-bersih Kali Code oleh puluhan relawan, Rabu (30/3/2016) pagi. (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 25 April 2016 08:40 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

KERUSAKAN TALUT
Pengungsi Code Kembali ke Rumah

Meski proses perbaikan terus dilakukan, warga mengaku tidak betah mengungsi dan memilih kembali ke rumah.

 
Solopos.com, SLEMAN- Warga terdampak kerusakan talut di bantaran Kali Code, RT 10 Sendowo, Sinduadi, Mlati, Sleman mulai kembali ke rumah masing-masing. Meski proses perbaikan terus dilakukan, warga mengaku tidak betah mengungsi dan memilih kembali ke rumah.
Salah seorang warga terdampak, Juminten, 59, mengatakan dia dan keluarganya sudah 10 hari mengungsi akibat kerusakan tersebut. Selain tinggal di rumah tetangga, Sumitro. Total anggota keluarganya yang mengungsi berjumlah sembilan orang. “Saya milih mengungsi di rumah tetangga, Sumitro. Tapi tetap lebih enak di rumah sendiri. Sejak hari pertama anak-anak sudah nggak betah ingin pulang ke rumah,” kata Juminten, Minggu (24/4/2016).
Menurutnya, empat kamar di lokasi pengungsian yang disediakan sejatinya hanya digunakan untuk tidur saat malam hari. Pasalnya, selama masa tanggap darurat, warga terdampak tetap beraktivitas seperti biasa. “Kami hanya kembali ke lokasi pengungsian kalau malam, atau air code naik atau terjadi hujan deras,” ujarnya.
Demikian juga dengan dapur umum yang disediakan, hanya digunakan pada siang hari. Selain untuk pengungsi, dapur tersebut digunakan untuk relawan dan masyarakat saat kerja bakti memperbaiki talut yang rusak. “Kalau pagi dan malam, warga lebih memilih memasak di rumah sendiri. Siang biasanya makan bersama di dapur umum,” jelasnya.
Juminten mengaku sejak 2001 lalu tinggal di lokasi tersebut. Menurutnya, kembalinya warga yang mengungsi sudah seizin dari pihak RT dan dukuh. Alasannya, kondisi talut yang amblas sudah lebih aman meski perbaikan belum selesai. “Perbaikan masih difokuskan untuk talut. Kalau jalan masih belum diperbaiki sejak amblas 4 April lalu,” tambah Ketua RT 10 Sendowo, Sarijan.
Dia menjelaskan, fokus perbaikan saat ini masih dilakukan di area depan talut yang amblas dengan memasng bronjong. Puluhan bronjong sudah terpasang setinggi hampir dua meter. Dia berharap agar proses perbaikan talut dan jalan di lokasi tersebut cepat selesai agar warga kembali beraktivitas dengan normal. “Dari 31 jiwa ada lima orang yang belum kembali. Mereka memilih pulang ke daerah asal dan pindah kost,” jelasnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…