Foto penangkapan Samadikun Hartono dibandingkan dengan foto penangkapan pencuri yang diborgol. (Facebook-Paguma)
Senin, 25 April 2016 09:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

KASUS BLBI
Netizen Paguma Sindir Perlakuan Istimewa untuk Samadikun

Kasus BLBI terkait penangkapan buron Samadikun Hartono ditanggapi netizen Paguma.

Solopos.com, MADIUNNetizen Grup Facebook Paguyuban Madiun (Paguma) menyindir pemerintah yang dinilai memperlakukan istimewa buron kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono.

Samadikun dijemput Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Sutiyoso dan Jaksa Agung M. Prasetyo, datang dengan pesawat carter dari Tiongkok tanpa diborgol.

Adalah akun Facebook Yusuf Wibisono yang membagikan foto dari akun Facebook Captain Indonesia Oktoberiandi di Grup Facebook Paguma.

Dalam foto yang diunggah itu membandingkan penangkapan Samadikun yang divonis mengorupsi uang negara Rp169,4 miliar disambut penegak hukum tanpa diborgol.

Sedangkan foto yang satunya bertuliskan pencuri sandal dengan nilai puluhan ribu rupiah dikeler polisi dengan diborgol bahkan ada yang babak belur.

Gambar mengenai dua foto yang diperbandingkan itu pun menjadi perbincangan antaranggota Paguma. Sejumlah netizen menilai itu merupakan keunikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, mereka juga menganggap hukum di Indonesia itu masih tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

Pengguna akun Facebook Hesun Arso mempertanyakan sikap pejabat penegak hukum yang memperlakukan istimewa buron kasus korupsi BLBI itu.

Pejabatte hadeuuhhhh… Piye ki kok ngono?? Wong maling duwekk rakyat milyarann kok disambut bak raja… Mbok ngono kuwi colne neng pasar Bengok,i maliiing……,” tulis dia dalam kolom komentar.

Pengguna akun Facebook Yusriani Listono mengatakan hukum masih tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

“Tumpul ke atas..tajam ke bawah,” tulis dia dalam kolom komentar. Pengguna akun Facebook Yunus Ndfn mengatakan negeri ini milik koruptor dan kroninya.

Pantauan Madiunpos.com, Minggu (24/4/2016) pukul 21.00 WIB, unggahan tersebut disukai 37 pengguna Facebook dan mendapatkan 27 komentar.

LOWONGAN PEKERJAAN
WEDHANGAN GULO KLOPO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…